PENGUJIAN
HIPOTESIS RATA-RATA POPULASI
Hipotesis statistik, yang lazim dinyatakan secara
singkat hipotesis saja adalah pernyataaan tentang sifat populasi atau pernyataan
tentang parameter populasi atau pernyataan tentang distribusi populasi yang
tidak diketahui kebenarannya karena informasi atau data yang terkumpul atau
akan dikumpulkan hanya dari sampel.
Dalam pengujian hipotesis kita akan sering
menggunakan istilah “menerima” atau “menolak” suatu hipotesis.
Namun demikian perlu disadari bahwa dalam pengujian hipotesis kita tidak
mencari atau menemukan bukti benar salahnya hipotesis. Dengan kata lain, kita
tidak akan menyimpulkan bahwa hipotesis itu benar atau salah melainkan kita
akan menyimpulkan bahwa hipotesis dapat diterima atau ditolak berdasarkan apa
yang kita peroleh dari sampel.
Secara garis besar, hipotesis dibedakan atas
hipotesis nol atau hipotesis nihil dan hipotesis tandingan atau hipotesis
alternatif. Hipotesis nol atau hipotesis nihil biasanya dilambangkan dengan Ho
dan hipotesis tandingan atau hipotesis alternatif dilambangkan
dengan Ha atau H1.
Secara umum,
langkah-langkah pengujian hipotesis adalah sebagai berikut:
1. Menentukan hipotesis nol (H0) dan hipotesis alternatifnya (Ha).
2. Menentukan taraf signifikansi (α ).
3. Memilih statistik uji yang sesuai.
4. Menentukan kriteria keputusan.
5. Melakukan perhitungan.
6. Menarik kesimpulan.
Untuk pengujian hipotesis rata rata populasi dapat ditentukan sebagai
berikut:
|
Hipotesis
|
Statistik Uji
|
Kriteria Keputusan
|
|
H0: μ = μ0
Ha: μ
|
Jika σ diketahui,
Jika σ tak diketahui,
|
Jika σ diketahui,
H0
ditolak jika
Jika σ tak diketahui,
H0
ditolak jika
|
|
H0: μ = μ0 atau H0: μ ≤ μ0
Ha: μ > μ0 Ha: μ > μ0
|
Jika σ diketahui,
H0
ditolak jika
Jika σ tak diketahui,
H0 ditolak jika
|
|
|
H0: μ = μ0 atau H0: μ ≥ μ0
Ha: μ < μ0 Ha: μ < μ0
|
Jika σ diketahui,
H0
ditolak jika
Jika σ tak diketahui,
H0 ditolak
jika
|
Keterangan:
Yang dimaksud
adalah bilangan z sedemikian sehingga luas
daerah di bawah kurva normal baku di atas sumbu z dari
ke kanan adalah a atau P(z >
) = a
Contoh 1:
Pengusaha lampu pijar A mengatakan bahwa lampunya bisa tahan pakai sekitar
800 jam. Akhir-akhir ini timbul dugaan bahwa masa pakai lampu itu telah
berubah. Untuk menentukan hal ini, dilakukan penelitian
dengan jalan menguji 50 lampu. Ternyata
rata-ratanya 792 jam. Dari pengalaman,
diketahui bahwa simpangan baku masa hidup lampu 60 jam. Selidiki dengan taraf signifikansi 0,05
apakah kualitas lampu sudah berubah atau belum.
Jawab:
Diketahui: μ0 = 800 jam, n = 50,
= 792 jam, σ = 60 jam
• Hipotesis: H0:
μ = 800 jam
H1: μ
800 jam
• Taraf Signifikansi: α = 0,05
• Statistik Uji:
• Kriteria Keputusan:
H0 ditolak jika
atau
yaitu
atau
• Hitungan:
• Kesimpulan:
Karena z = -0,94 yang
berarti -1,96 < z < 1,96 maka H0 diterima.
Jadi: pada taraf signifikansi 0,05 cukup alasan
untuk menganggap bahwa kualitas lampu belum berubah.
Contoh 2:
Proses pembuatan barang rata-rata menghasilkan 15,7 unit per jam. Hasil produksi mempunyai varians = 2,3. Metode baru diusulkan untuk mengganti yang
lama jika rata-rata per jam menghasilkan lebih dari 16 unit. Untuk menentukan apakah metode diganti atau
tidak, metode baru dicoba 20 kali dan ternyata rata-rata per jam menghasilkan
16,9 unit. Pengusaha bermaksud untuk menggunakan metode baru apabila metode ini
memang menghasilkan rata-rata lebih dari 16 unit. Dari data yang diperoleh, apakah cukup alasan
bagi pengusaha tersebut untuk menggunakan metode yang baru? Gunakan taraf
signifikansi 0,05.
Jawab:
Diketahui: μ0 = 16 unit, σ = 2,3, n = 20,
= 16,9 unit
• Hipotesis: H0: μ ≤ 16 unit
Ha: μ > 16 unit
• Taraf Signifikansi: α = 0,05
• Statistik Uji:
• Kriteria Keputusan:
H0 ditolak jika
yaitu
• Hitungan:
• Kesimpulan:
Karena z = 2,65 yang
berarti z > 1,645 maka H0 ditolak.
Jadi: pada taraf signifikansi 0,05 cukup alasan bagi
pengusaha tersebut untuk menggunakan metode yang baru.
Contoh 3:
Dikatakan bahwa dengan menyuntikkan semacam hormon tertentu kepada ayam
akan menambah berat telurnya menjadi rata-rata seberat 4,5 gram. Sampel acak
yang terdiri atas 30 butir telur dari ayam yang telah diberi suntikan hormon
tersebut memberikan rata-rata berat 4,4 gram dan simpangan baku 0,8 gram. Cukup
beralasankah untuk menerima pernyataan bahwa rata-rata berat telur paling sedikit
4,5 gram? Gunakan taraf signifikansi 0,01.
Jawab:
Diketahui: μ0 = 4,5 gram,
s = 0,8, n = 30,
= 4,9 gram
• Hipotesis: H0: μ ≥ 4,5 gram
Ha: μ < 4,5 gram
• Taraf Signifikansi: α = 0,01
• Statistik Uji:
• Kriteria Keputusan:
H0 ditolak jika
yaitu
• Hitungan:
• Kesimpulan:
Karena t = -0,69 yang
berarti t > -2,462 maka H0 diterima.
Jadi: pada taraf signifikansi 0,05 cukup alasan untuk
menerima pernyataan bahwa rata-rata berat telur paling sedikit 4,5 gram.
Latihan:
- Sebuah
perusahaan alat olah raga mengembangkan jenis batang pancing sintetik,
yang dikatakan mempunyai rata-rata kekuatan 8 kilogram dan simpangan baku
0,5 kilogram. Ujilah hipotesis
bahwa μ = 8 kilogram lawan alternatifnya μ
8 kilogram, bila suatu sampel acak 50 batang
pancing itu setelah dites kekuatannya memberikan rata-rata 7,8
kilogram. Gunakan taraf signifikansi
0,01. Asumsikan bahwa sebaran kekuatan batang pancing tersebut adalah
normal.
- Sebuah
perusahaan memproduksi lampu listrik yang umurnya menghampiri sebaran
normal dengan rata-rata 800 jam dan simpangan baku 40 jam. Ujilah hipotesis bahwa μ=800 jam lawan alternatifnya μ
800 jam, bila sampel acak 30 lampu
menghasilkan umur rata-rata 788 jam.
Gunakan taraf signifikansi 0,04.
- Rata-rata skor TOEFL mahasiswa PPs UNY selama ini 479 dengan simpangan baku 10. Apakah cukup alasan mempercayai bahwa telah ada perubahan skor rata-rata TOEFL mahasiswa PPs UNY bila sampel acak 50 mahasiswa mempunyai rata-rata skor TOEFL 482? Gunakan taraf signifikansi 0,01.
- Suatu sampel acak 100 catatan kematian di Amerika Serikat selama tahun lalu menunjukkan umur rata-rata 71,8 tahun, dengan simpangan baku 8,9 tahun. Apakah ini menunjukkan bahwa harapan umur sekarang ini lebih dari 70 tahun? Gunakan taraf signifikansi 0,05.
- Menurut Dietry Goals for the United States (1977) konsumsi sodium yang tinggi mungkin berhubungan dengan sakit bisul, kanker perut, dan sakit kepala. Manusia membutuhkan sodium hanya 220 miligram per hari, dan ini sudah dilampaui oleh kandungan satu porsi sereal. Bila suatu sampel acak 20 porsi sereal mempunyai kandungan sodium rata-rata 244 miligram dengan simpangan baku 24,5 miligram, apakah ini menunjukkan, pada taraf signifikansi 0,05 bahwa kandungan sodium rata-rata satu porsi sereal lebih daripada 220 miligram? Asumsikan bahwa sebaran kandungan sodium tersebut adalah normal.
- Suatu sampel acak acak 8 batang rokok merk tertentu mempunyai kadar nikotin rata-rata 4,2 miligram dengan simpangan baku 1,4 miligram. Apakah hasil analisis ini sejalan dengan pernyataan perusahaan tersebut bahwa kadar nikotin rata-rata pada rokok yang dihasilkannya tidak melebihi 3,5 miligram? Gunakan taraf signifikansi 0,01 dan asumsikan bahwa sebaran kadar nikotin tersebut adalah normal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar