BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Setiap sekolah mempunyai impian yang ingin di capai, untuk mewujudkan impiann itu
menjadi nyata di kemudian hari, maka disiapkannya sebuah rancangan (desain)
yang kemudian akan diwujudkan dalam kehidupannya sehari-hari yang mendukung
terwujudnya impian tersebut.Contoh : membangun sebuah rumah. sebelum
membangun pertama-tama seorang arsitek akan membuat desain tentang rumah yang akan dia
bangun. Setelah desain jadi, maka langkah kedua adalah membangun rumah sesaui
dengan desain yang telah dibuatnya secara detail dan rinci. Ia akan memastikan
bahwa tidak ada satu sudut dari bangunan itu yg tidak sesuai dengan desainnya. Sama halnya dengan lembaga pendidkan mempunyai rancangan untuk
mengemplemensi delapan standar dalam dunia pendidkan yang berkualitas dan siap
dipakai baik itu dalam negeri mapun luarnegeri.Ada pun di lembaga pendidikan
indonesia mencakup delapan standar diantaranya; StandaIsi, Standar Proses , Standar Kelulusan
, Standar Pend & tendik , Standar Sarana
prasarana
, Standar Pengelolahan, Standar Pembiayaan dan Standar Penilaian.
Bagian dasar penting untuk
memajukan pendidikan yang efektif dan efisien temtu membutukan guru tenaga pendidik.” Memajukan sekolah tentu
membutukan guru tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional dikatakan
pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualitas sebagai guru, dosen,
konselor, pamong belajar, widyaswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan
sebutan lain yang sesuai dengan kekhusussanya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan
pendidikan.”Dalam rangka pengembangan sumber daya manusia Indonesia, peran guru yang profesional punya andil
dalam mewujudkannya. Dari pada itu guru guru mempunyai tugas dan fungsi yang
dibebankan kepadanya, untuk menciptakan penddidkan yang lebih baik.
Dalam makalah ini pembahasannya
berfokus pada Standar isi,funngsi kedudukan seorang guru.
B.
Rumusan
masalah
a.
Apa
yang dimaksud dengan Standar Isi?
b.
Apakakah
sudah implementasi dengan baik tentang standar isi kurikum 2013 di SMKN Depok Sleman?
c.
Bagaiman
hubungan harmonisnya kepala sekola
guru dan lembaga yang lain?
d. Apa pengertian tugas, fungsi dan guru ?
e. Apa saja tugas dan fungsi guru profesional ?
f. Dan apa peran guru dalam
pembelajaran?
Apa hubungan guru dan
standar isi?
C. Tujuan
1.
Untuk
mengetahui Standar Isi
2.
Untuk
mengetahui Apakakah sudah
implementasi dengan baik atau
tidak tentang standar isi kurikum 2013
3.
Bagaiman
hubungan harmanisnya kepala sekola
guru dan lembaga yang lain?
4.
Untuk
mengetahui tugas fungsi dan perang guru di sekolah
5.
Untuk mengetahui tugas dan fungsi guru profesional di sekolah
6.
Untuk mengetahui peran guru dalam pembelajaran
BAB II PEMBAHASAN
Standara isi
adalah penyesuaian bentuk ukuran. Dengan kata lain standar adalah pedoman yang ditetapkan.dalam pengaturan.
Standar Isi juga mencakup
kriteria ruang lingkup materi dan tingkat Kompetensi. Yang dimaksud dengan matérial adalah
bahan yang telah dipakai untuk
membuat sesuatu atau mencapai tujuan
terternti dalam hal ini pendidikan. Ada pun yang dimaksud tingkat kompotensi
adalah mengacu pada kewenangan
(kekuasaan) untuk menentukan kemampuan menguasai gramatika suatu bahasa secara
abstrak atau batiniah terutama peserta
Didik pada setiap tingkat kelas. Di
setiap lembaga pendikan atau setiap sekolah terus akan kembangkan dalam dalam hal ini standa isi yang di maksud.
Ø
Ada
pun “Standar Isi disesuaikan dengan substansi tujuan pendidikan nasional dalam
domain sikap spiritual dan sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan”.
Ø
Sikap dibentuk melalui aktivitas-aktivitas: menerima,
menjalankan, menghargai, menghayati, dan mengamalkan.
Ø
Pengetahuan dimiliki melalui aktivitas-aktivitas:
mengetahui, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta.
Ø
Keterampilan diperoleh melalui aktivitas-aktivitas:
mengamati, menanya, mencoba, menalar, menyaji, dan mencipta.
Tingkat Kompetensi dikembangkan berdasarkan
kriteria;
a.
Tingkat perkembangan peserta didik,
b.
Kualifikasi kompetensi Indonesia,
c.
Penguasaan kompetensi yang berjenjang.
d.
tingkat kerumitan/kompleksitas kompetensi,
e.
fungsi satuan pendidikan, dan keterpaduan antar jenjang
yang relevan.
1.
Sikap spiritual
Sikap spritual sangat penting dalam hidup, semakin peserta Didik akan sadar ketika mengerti. Sikap adalah penentu penting karena akan pengaruh sikap dalam kehidupan.
Sikap lebih penting daripada ilmu,
daripada uang, daripada kesempatan,
daripada kegagalan, daripada keberhasilan,
daripada apapun yang mungkin dikatakan
atau dilakukan seseorang.
Sikap spritual sangat penting dalam hidup, semakin peserta Didik akan sadar ketika mengerti. Sikap adalah penentu penting karena akan pengaruh sikap dalam kehidupan.
Sikap lebih penting daripada ilmu,
daripada uang, daripada kesempatan,
daripada kegagalan, daripada keberhasilan,
daripada apapun yang mungkin dikatakan
atau dilakukan seseorang.
Dalam dunia pendidikn biasanya kacau atau tidak stabil karena
adanya tidak kesesuai atara sikap spritual yang dimiliki oleh seseorang peserta
didik waktu ketika masih di jenjang pendidikan dasar dan menengah.
2.
Sikap sosial
Bagaimana dengan Sikap Sosial?
Sikap sosial sangat penting tentu akan menentukan kitika seseorang berada dalam masysrakat. Sikap
sosial lebih penting dari pada penampilan, karunia atau keahlian. Hal
yang palin penting menakjubkan adalah ketika seseorang itu memiliki pilihan untuk
menghasilkan sikap sosial pada hari itu.
Dia tidak dapat mengubah masa lalu
Dia tidak dapat mengubah tingkah laku orang
Dia tidak dapat mengubah apa yang pasti terjadi
Satu hal yang dapat Dia ubah
adalah satu hal yang dapat Dia kontrol,
dan itu adalah sikap Dia dan spritual sosial tersebut.
Saya semakin yakin bahwa hidup adalah
10 % dari apa yang sebenarnya terjadi pada diri kita,
dan 90% adalah bagaimana kita menyikapi setiap dalam pergaulannya kita.
Dia tidak dapat mengubah masa lalu
Dia tidak dapat mengubah tingkah laku orang
Dia tidak dapat mengubah apa yang pasti terjadi
Satu hal yang dapat Dia ubah
adalah satu hal yang dapat Dia kontrol,
dan itu adalah sikap Dia dan spritual sosial tersebut.
Saya semakin yakin bahwa hidup adalah
10 % dari apa yang sebenarnya terjadi pada diri kita,
dan 90% adalah bagaimana kita menyikapi setiap dalam pergaulannya kita.
Kesipulan bahwa sikap sosial dan sikap spritual tidak bisadipisakan berjalan bersama jika
satu tidak berjalan maka tidak
berkualitas dalam kehidupan seseorang di dalam masyarakat.
3.
Bagaimana
dengan segi pengetahuan, dan keterampila?
Pengetahun
seseorang sangat menentukan pula ketika
turun di dunia kerja bain itu ditempat
kerja Formal ataupun nonformal di suatu tempat Dia berada, selain itu
keterampilan atau kecakapan seseorang
juga penting ada hubungannya dengan dalam dunia keja keterampilan dan
pengetahun harus sehimbang. Misalnya saja, kecakapan seseorang untuk memakai
bahasa dalam menulis, am membaca,
menyimak, atau berbicara. Jadi, Kesimpulan bahwa
sikap spiritual dan sikap sosial, pengetahuan, dan
keterampilan” sangat erat tidak bisa dipisahkan ketika seseorang peserta didik
atau pun kita sebagai manusia ber ada didalam lingkungan masyrakat.
Apakakah
sudah implementasi dengan baik tentang standar isi di SMKN Depok
Yogyakarta?
Sudah, Implementasi karena adanya bukti tulisang yang telah pasang
bunynya demikian ”KAMI SIAP MENGEMPLEMENTASI KURRIKULUM TAHUN 2013”
dan tulisan tersebut pasang di bagian
Barat depan ruang peneriaan tamu.tulisan diatas tentu ada hungung dengan delapan standar, termasuk Standar isi
tersebut.adapun berdasarkan dengan nara sumber hasil wawancar salah satu guru
bagian penaganan kurikulum dan Dia katakan kan bahwa “semua kegiatan berkaitan dengan kurikulum
atau evaluasi semua pihak terliat”
Ini bukti bahwa sekolah ini
telah implementasi berkaitan dengan standar isi maupun semua bagian terkait
dengan standar yang lainhya.
Apa pengertian tugas, fungsi dan guru ?
Untuk lebih mengenal
lebih jauh tentang tugas dan fungsi guru, kita kenal dulu pengertian tugas,
fungsi dan guru. tugas dalam kamus bahasa indonesia adalah pekerjaan yang
tanggung jawab seseorang.
[1] Sesuatu yang wajib dilakukan atau ditentukan untuk perintah agar melakukan
sesuatu dalm jabatan tertentu. Fungsi dalam kamus bahasa indonesia adalah
kegunaan suatu hal , pekerjaan yang dilakukan (jabatan yang dilaksanakan) [2]
Sedangkan guru adalah seorang yang bertanggung jawab terhadap terlaksananya
pendidikan, sejalan dengan itu ada juga yang menyatakan bahwa pendidik adalah
orang yang membantu terhadap anak didik agar menjadi dewasa.
Menurut Rice dan
Bishoprick (1971) guru profesional adalah guru yang mampu mengelola dirinya
dalam melaksanakan tugas – tugas nya sehari – hari.profesinal guru oleh dari
kedua ahli tersebut dipandang sebuah proses yang bergerak dari ketidaktahuan
menjadi tahu, dari ketidakmatangan menjadi matang, dari diarahkan oleh orang lain
menjadi mengarahkan diri sendiri.[3]
Dalam UU no 20 tahun
2003 tentang sistem pendidikan nasional dikatakan pendidik adalah tenaga
kependidikan yang berkualitas sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar,
widyaswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan
kekhusussanya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan.
Sedangkan dalam UU Guru
dan Dosen No. 14 tahun 2005 guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama
mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi
peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan
dasar dan pendidikan menengah.
Apa saja tugas dan fungsi guru profesional ?
Tugas, peran dan fungsi guru merupakan sesuatu kesatuan yang utuh. Hanya
saja terkadang tugas dan fungsi disejajarkan sebagai penjabaran dari peran
Menurut Undang Undang No. 20 Tahun 2003 dan Undang Undang No. 14 Tahun 2005
peran guru adalah sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, pengarah, pelatih,
penilai dan pengevaluasi dari peserta didik.
1. Guru Sebagai Pendidik
Guru
adalah pendidik, yang menjadi tokoh, panutan dan identifikasi bagi para peserta
didik dan lingkungannya. Oleh karena itu guru harus mempunyai standar kualitas
pribadi tertentu, yang mencakup tanggungjawab, wibawa, mandiri dan disiplin.
Guru
harus memahami nilai-nilai, norma moral dan sosial, serta berusaha berperilaku
dan berbuat sesuai dengan nilai dan norma tersebut. Guru juga harus bertanggung
jawab terhadap tindakannya dalam proses pembelajaran di sekolah.
Sebagai
pendidik guru harus berani mengambil keputusan secara mandiri berkaitan dengan
pembelajaran dan pembentukan kompetensi, serta bertindak sesuai dengan kondisi
peserta didik dan lingkungan
2. Guru Sebagai Pengajar
Di
dalam tugasnya, guru membantu peserta didik yang sedang berkembang untuk
mempelajari sesuatu yang belum diketahuinya, membentuk kompetensi dan memahami
materi standar yang dipelajari. Guru sebagai pengajar,
harus terus mengikuti perkembangan teknologi, sehinga apa yang disampaikan
kepada peserta didik merupakan hal-hal yang uptodate dan tidak ketinggalan
jaman.
3. Guru
Sebagai Pembimbing
Guru
sebagai pembimbing dapat diibaratkan sebagai pembimbing perjalanan yang
berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya yang bertanggungjawab. Sebagai
pembimbing, guru harus merumuskan tujuan secara jelas, menetapkan waktu
perjalanan, menetapkan jalan yang harus ditempuh, menggunakan petunjuk
perjalanan serta menilai kelancarannya sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan
peserta didik.
Sebagai
pembimbing semua kegiatan yang dilakukan oleh guru harus berdasarkan kerjasama
yang baik antara guru dengan peserta didik. Guru memiliki hak dan tanggungjawab
dalam setiap perjalanan yang direncanakan dan dilaksanakannya.
4. Guru Sebagai Pengarah
Guru adalah seorang
pengarah bagi peserta didik, bahkan bagi orang tua. Sebagai pengarah guru harus
mampu mengarkan peserta didik dalam memecahkan permasalahan-permasalahan yang
dihadapi, mengarahkan peserta didik dalam mengambil suatu keputusan dan
menemukan jati dirinya.
Guru juga dituntut
untuk mengarahkan peserta didik dalam mengembangkan potensi dirinya, sehingga
peserta didik dapat membangun karakter yang baik bagi dirinya dalam menghadapi
kehidupan nyata di masyarakat.
5. Guru Sebagai Pelatih
Proses
pendidikan dan pembelajaran memerlukan latihan ketrampilan, baik intelektual
maupun motorik, sehingga menuntut guru untuk bertindak sebagai pelatih, yang
bertugas melatih peserta didik dalam pembentukan kompetensi dasar sesuai dengan
potensi masing-masing peserta didik.
Pelatihan
yang dilakukan, disamping harus memperhatikan kompetensi dasar dan materi
standar, juga harus mampu memperhatikan perbedaan individual peserta didik dan
lingkungannya. Untuk itu guru harus banyak tahu, meskipun tidak mencakup semua
hal dan tidak setiap hal secara sempurna, karena hal itu tidaklah mungkin.
6. Guru Sebagai Penilai
Penilaian
atau evalusi merupakan aspek pembelajaran yang paling kompleks, karena
melibatkan banyak latar belakang dan hubungan, serta variabel lain yang
mempunyai arti apabila berhubungan dengan konteks yang hampir tidak mungkin
dapat dipisahkan dengan setiap segi penilaian..
Dan apa peran guru dalam pembelajaran?
Guru harus mampu
memaknai pembelajaran , serta menjadikan pembelajaran sebagai ajang pembentukan
kompetensi dan perbaikan kualitas pribadi peserta didik. Untuk kepentingan.
tersebut, dengan memperhatikan kajian Pullias dan Young (1988), manan (1990),
serta Yelon dan Weinstein (1997), dapat diedenfikasikan sedikitnya ada 19 peran
guru dalam pembelajaran:[4][8]
1.
Guru sebagai pendidik
Guru adalah pendidik,
yang menjadi tokoh, panutan, dan identifikasi bagi para peserta didik, dan
lingkungannya. Oleh karena itu, guru harus memiliki standar kualitas pribadi
tertentu, yang mencakup tanggung jawab, wibawa, mandiri dan disiplin.
2. Guru sebagai pengajar
Guru membantu peserta
didik yang sedang berkembang untuk mempelajari sesuatu yang belum diketahuinya,
membentuk kompetensi, dan memahami materi.
3.
Guru sebagai pembimbing
Guru Harus merencanakan
tujuan dan mengidentifikasi kompetensi yang hendak di capai.
4. Guru sebagai pelatih
Proses pendidikan dan
pembelajaran memerlukan latihan keterampilan, baik intelektual maupun motorik,
sehingga menuntut guru untuk bertindak sebagai pelatih.
Standar isi dan kedudukan
fungsi tugas guru
Dua komponen ini sangat
penting karena Kualitas seorang guru
akan menentukan pula anak didiknya. Jika seorang guru yang ijak dan pintar
tentuk anak didik pun sama seperti guru,
karena siswa atau peserta didik isanya meniru seorang.Disisi yang lain untuk sekolah yang berbobot tentu akan
membutuhkan guru yang berkualitas dn profesi pula untuk semua bagian yang telah
di atur dan ditetakan dalam sistem pendidikan dimana pemerintah diatur seperti
delapan standar yang kami sebut di bagian awal, itu membutuhkan guru jika tidak
ada gru maka semua akan tidak berfungsi atau gagal walaum pun pemerintah atur
undang undang dalam bentuk apapun yang diatur.
BAB III
KESIMPULAN
Setiap sekolah mempunyai impian yang ingin di capai, untuk
mewujudkan impiann itu menjadi nyata di kemudian hari, maka disiapkannya sebuah
rancangan (desain) yang kemudian akan diwujudkan dalam kehidupannya sehari-hari
yang mendukung terwujudnya impian tersebut. Standara isi adalah penyesuaian bentuk ukuran. Dengan kata lain
standar adalah pedoman yang
ditetapkan.dalam pengaturan.
Standar Isi juga mencakup
kriteria ruang lingkup materi dan tingkat Kompetensi. Yang dimaksud dengan matérial adalah
bahan yang telah dipakai untuk
membuat sesuatu atau mencapai tujuan
terternti dalam hal ini pendidikan. Ada
pun “Standar Isi disesuaikan dengan substansi tujuan pendidikan nasional dalam
domain sikap spiritual dan sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan”. Menurut Undang Undang
No. 20 Tahun 2003 dan Undang Undang No. 14 Tahun 2005 peran guru adalah sebagai
pendidik, pengajar, pembimbing, pengarah, pelatih, penilai dan pengevaluasi
dari peserta didik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar