Translate

Selasa, 13 Mei 2014

MANEJEMEN SEKOLAH







                                                                 

BAB I PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Setiap sekolah mempunyai impian yang ingin di capai, untuk mewujudkan impiann itu menjadi nyata di kemudian hari, maka disiapkannya sebuah rancangan (desain) yang kemudian akan diwujudkan dalam kehidupannya sehari-hari yang mendukung terwujudnya impian tersebut.Contoh : membangun sebuah rumah. sebelum membangun pertama-tama seorang arsitek akan membuat desain tentang rumah yang akan dia bangun. Setelah desain jadi, maka langkah kedua adalah membangun rumah sesaui dengan desain yang telah dibuatnya secara detail dan rinci. Ia akan memastikan bahwa tidak ada satu sudut dari bangunan itu yg tidak sesuai dengan desainnya. Sama halnya dengan lembaga pendidkan mempunyai rancangan untuk mengemplemensi delapan standar dalam dunia pendidkan yang berkualitas dan siap dipakai baik itu dalam negeri mapun luarnegeri.Ada pun di lembaga pendidikan indonesia  mencakup  delapan standar diantaranya; StandaIsi, Standar Proses , Standar Kelulusan , Standar Pend & tendik , Standar Sarana prasarana , Standar Pengelolahan, Standar Pembiayaan dan Standar Penilaian.
Bagian dasar penting  untuk memajukan pendidikan yang  efektif dan efisien temtu membutukan guru tenaga pendidik.” Memajukan  sekolah tentu  membutukan guru tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional dikatakan pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualitas sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhusussanya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan.”Dalam rangka pengembangan sumber daya manusia Indonesia, peran guru yang profesional punya andil dalam mewujudkannya. Dari pada itu guru guru mempunyai tugas dan fungsi yang dibebankan kepadanya, untuk menciptakan penddidkan yang lebih baik.
Dalam makalah ini   pembahasannya berfokus pada Standar isi,funngsi kedudukan seorang guru.

B.     Rumusan masalah
a.       Apa yang dimaksud dengan Standar Isi?
b.      Apakakah sudah  implementasi  dengan baik tentang standar isi  kurikum 2013 di SMKN Depok Sleman?
c.       Bagaiman hubungan harmonisnya  kepala sekola guru  dan lembaga yang lain?
d.      Apa pengertian tugas, fungsi dan guru ?
e.       Apa saja tugas dan fungsi guru profesional ?
f.        Dan apa peran guru dalam pembelajaran?
Apa hubungan guru dan standar isi?

C.    Tujuan
1.      Untuk mengetahui  Standar Isi
2.      Untuk mengetahui Apakakah sudah  implementasi  dengan baik atau tidak  tentang standar isi  kurikum 2013
3.      Bagaiman hubungan harmanisnya  kepala sekola guru  dan lembaga yang lain?
4.      Untuk mengetahui tugas fungsi dan perang guru di sekolah
5.       Untuk mengetahui  tugas dan fungsi guru  profesional di sekolah
6.       Untuk mengetahui peran guru dalam pembelajaran
                                                                   

BAB II PEMBAHASAN
Standara isi adalah penyesuaian bentuk ukuran. Dengan kata lain standar  adalah pedoman yang ditetapkan.dalam  pengaturan.
Standar Isi juga  mencakup kriteria  ruang lingkup materi dan  tingkat Kompetensi. Yang dimaksud dengan matérial adalah bahan yang  telah dipakai untuk membuat  sesuatu atau mencapai tujuan terternti  dalam hal ini pendidikan.  Ada pun yang dimaksud tingkat kompotensi adalah mengacu pada kewenangan (kekuasaan) untuk menentukan kemampuan menguasai gramatika suatu bahasa secara abstrak atau batiniah terutama  peserta Didik pada setiap tingkat  kelas. Di setiap lembaga pendikan atau setiap sekolah terus akan kembangkan dalam  dalam hal ini standa isi yang di maksud.
Ø  Ada pun “Standar Isi disesuaikan dengan substansi tujuan pendidikan nasional dalam domain sikap spiritual dan sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan.
Ø  Sikap dibentuk melalui aktivitas-aktivitas: menerima, menjalankan, menghargai, menghayati, dan mengamalkan.
Ø  Pengetahuan dimiliki melalui aktivitas-aktivitas: mengetahui, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta.
Ø  Keterampilan diperoleh melalui aktivitas-aktivitas: mengamati, menanya, mencoba, menalar, menyaji, dan mencipta.
Tingkat Kompetensi dikembangkan berdasarkan kriteria;
a.      Tingkat perkembangan peserta didik,
b.      Kualifikasi kompetensi Indonesia,
c.       Penguasaan kompetensi yang berjenjang.
d.      tingkat kerumitan/kompleksitas kompetensi,
e.       fungsi satuan pendidikan, dan keterpaduan antar jenjang yang relevan.


1.      Sikap spiritual
Sikap spritual sangat penting dalam  hidup,  semakin  peserta Didik  akan sadar ketika mengerti. Sikap adalah penentu penting karena akan pengaruh sikap dalam kehidupan.
Sikap lebih penting daripada ilmu,
daripada uang, daripada kesempatan,
daripada kegagalan, daripada keberhasilan,
daripada apapun yang mungkin dikatakan
atau dilakukan seseorang.
Dalam dunia pendidikn biasanya kacau atau tidak stabil karena adanya tidak kesesuai atara sikap spritual yang dimiliki oleh seseorang peserta didik waktu ketika masih di jenjang pendidikan dasar dan menengah.
2.      Sikap sosial
Bagaimana dengan Sikap Sosial?
Sikap sosial sangat penting tentu akan menentukan kitika  seseorang berada dalam masysrakat. Sikap sosial lebih penting dari pada penampilan, karunia atau keahlian. Hal yang palin penting menakjubkan adalah ketika seseorang itu memiliki pilihan untuk menghasilkan sikap sosial pada hari itu.
Dia tidak dapat mengubah masa lalu
Dia  tidak dapat mengubah tingkah laku orang
Dia tidak dapat mengubah apa yang pasti terjadi
Satu hal yang dapat Dia ubah
adalah satu hal yang dapat Dia kontrol,
dan itu adalah sikap Dia  dan spritual sosial tersebut.
Saya semakin yakin bahwa hidup adalah
10 % dari apa yang sebenarnya terjadi pada diri kita,
dan 90% adalah bagaimana kita menyikapi setiap dalam pergaulannya kita.
Kesipulan bahwa sikap sosial dan sikap spritual  tidak bisadipisakan berjalan bersama jika satu tidak berjalan maka  tidak berkualitas dalam kehidupan seseorang di dalam masyarakat.


3.      Bagaimana dengan segi pengetahuan, dan keterampila?
Pengetahun seseorang sangat menentukan pula ketika  turun di dunia kerja bain itu ditempat  kerja Formal ataupun nonformal di suatu tempat Dia berada, selain itu keterampilan atau kecakapan  seseorang juga penting ada hubungannya dengan dalam dunia keja keterampilan dan pengetahun harus sehimbang. Misalnya saja, kecakapan seseorang untuk memakai bahasa dalam  menulis, am membaca, menyimak, atau berbicara. Jadi, Kesimpulan bahwa
sikap spiritual dan sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilansangat erat tidak bisa dipisahkan ketika seseorang peserta didik atau pun kita sebagai manusia ber ada didalam lingkungan masyrakat.
Apakakah sudah  implementasi  dengan baik tentang standar isi di SMKN Depok Yogyakarta?
Sudah, Implementasi karena adanya bukti tulisang yang telah pasang bunynya demikian ”KAMI SIAP MENGEMPLEMENTASI KURRIKULUM TAHUN 2013” dan  tulisan tersebut pasang di bagian Barat depan ruang peneriaan tamu.tulisan diatas tentu ada hungung dengan  delapan standar, termasuk Standar isi tersebut.adapun berdasarkan dengan nara sumber hasil wawancar salah satu guru bagian penaganan kurikulum dan Dia katakan kan bahwa  “semua kegiatan berkaitan dengan kurikulum atau evaluasi  semua pihak terliat”
 Ini bukti bahwa sekolah ini telah implementasi berkaitan dengan standar isi maupun semua bagian terkait dengan standar yang lainhya.
Apa pengertian tugas, fungsi dan guru ?
Untuk lebih mengenal lebih jauh tentang tugas dan fungsi guru, kita kenal dulu pengertian tugas, fungsi dan guru. tugas dalam kamus bahasa indonesia adalah pekerjaan yang tanggung jawab seseorang.
[1] Sesuatu yang wajib dilakukan atau ditentukan untuk perintah agar melakukan sesuatu dalm jabatan tertentu. Fungsi dalam kamus bahasa indonesia adalah kegunaan suatu hal , pekerjaan yang dilakukan (jabatan yang dilaksanakan) [2] Sedangkan guru adalah seorang yang bertanggung jawab terhadap terlaksananya pendidikan, sejalan dengan itu ada juga yang menyatakan bahwa pendidik adalah orang yang membantu terhadap anak didik agar menjadi dewasa.
Menurut Rice dan Bishoprick (1971) guru profesional adalah guru yang mampu mengelola dirinya dalam melaksanakan tugas – tugas nya sehari – hari.profesinal guru oleh dari kedua ahli tersebut dipandang sebuah proses yang bergerak dari ketidaktahuan menjadi tahu, dari ketidakmatangan menjadi matang, dari diarahkan oleh orang lain menjadi mengarahkan diri sendiri.[3]
Dalam UU no 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional dikatakan pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualitas sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhusussanya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan.
Sedangkan dalam UU Guru dan Dosen No. 14 tahun 2005 guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah.

Apa saja tugas dan fungsi guru profesional ?
Tugas, peran dan fungsi guru merupakan sesuatu kesatuan yang utuh. Hanya saja terkadang tugas dan fungsi disejajarkan sebagai penjabaran dari peran Menurut Undang Undang No. 20 Tahun 2003 dan Undang Undang No. 14 Tahun 2005 peran guru adalah sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, pengarah, pelatih, penilai dan pengevaluasi dari peserta didik.
1.      Guru Sebagai Pendidik
Guru adalah pendidik, yang menjadi tokoh, panutan dan identifikasi bagi para peserta didik dan lingkungannya. Oleh karena itu guru harus mempunyai standar kualitas pribadi tertentu, yang mencakup tanggungjawab, wibawa, mandiri dan disiplin.
Guru harus memahami nilai-nilai, norma moral dan sosial, serta berusaha berperilaku dan berbuat sesuai dengan nilai dan norma tersebut. Guru juga harus bertanggung jawab terhadap tindakannya dalam proses pembelajaran di sekolah.
Sebagai pendidik guru harus berani mengambil keputusan secara mandiri berkaitan dengan pembelajaran dan pembentukan kompetensi, serta bertindak sesuai dengan kondisi peserta didik dan lingkungan


2.      Guru Sebagai Pengajar
Di dalam tugasnya, guru membantu peserta didik yang sedang berkembang untuk mempelajari sesuatu yang belum diketahuinya, membentuk kompetensi dan memahami materi standar yang dipelajari. Guru sebagai pengajar, harus terus mengikuti perkembangan teknologi, sehinga apa yang disampaikan kepada peserta didik merupakan hal-hal yang uptodate dan tidak ketinggalan jaman.
3.      Guru Sebagai Pembimbing
Guru sebagai pembimbing dapat diibaratkan sebagai pembimbing perjalanan yang berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya yang bertanggungjawab. Sebagai pembimbing, guru harus merumuskan tujuan secara jelas, menetapkan waktu perjalanan, menetapkan jalan yang harus ditempuh, menggunakan petunjuk perjalanan serta menilai kelancarannya sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan peserta didik.
Sebagai pembimbing semua kegiatan yang dilakukan oleh guru harus berdasarkan kerjasama yang baik antara guru dengan peserta didik. Guru memiliki hak dan tanggungjawab dalam setiap perjalanan yang direncanakan dan dilaksanakannya.
4.       Guru Sebagai Pengarah
Guru adalah seorang pengarah bagi peserta didik, bahkan bagi orang tua. Sebagai pengarah guru harus mampu mengarkan peserta didik dalam memecahkan permasalahan-permasalahan yang dihadapi, mengarahkan peserta didik dalam mengambil suatu keputusan dan menemukan jati dirinya.
Guru juga dituntut untuk mengarahkan peserta didik dalam mengembangkan potensi dirinya, sehingga peserta didik dapat membangun karakter yang baik bagi dirinya dalam menghadapi kehidupan nyata di masyarakat.
5.       Guru Sebagai Pelatih
Proses pendidikan dan pembelajaran memerlukan latihan ketrampilan, baik intelektual maupun motorik, sehingga menuntut guru untuk bertindak sebagai pelatih, yang bertugas melatih peserta didik dalam pembentukan kompetensi dasar sesuai dengan potensi masing-masing peserta didik.
Pelatihan yang dilakukan, disamping harus memperhatikan kompetensi dasar dan materi standar, juga harus mampu memperhatikan perbedaan individual peserta didik dan lingkungannya. Untuk itu guru harus banyak tahu, meskipun tidak mencakup semua hal dan tidak setiap hal secara sempurna, karena hal itu tidaklah mungkin.

6.      Guru Sebagai Penilai
Penilaian atau evalusi merupakan aspek pembelajaran yang paling kompleks, karena melibatkan banyak latar belakang dan hubungan, serta variabel lain yang mempunyai arti apabila berhubungan dengan konteks yang hampir tidak mungkin dapat dipisahkan dengan setiap segi penilaian..

 Dan apa peran guru dalam pembelajaran?
Guru harus mampu memaknai pembelajaran , serta menjadikan pembelajaran sebagai ajang pembentukan kompetensi dan perbaikan kualitas pribadi peserta didik. Untuk kepentingan. tersebut, dengan memperhatikan kajian Pullias dan Young (1988), manan (1990), serta Yelon dan Weinstein (1997), dapat diedenfikasikan sedikitnya ada 19 peran guru dalam pembelajaran:[4][8]
1.      Guru sebagai pendidik
Guru adalah pendidik, yang menjadi tokoh, panutan, dan identifikasi bagi para peserta didik, dan lingkungannya. Oleh karena itu, guru harus memiliki standar kualitas pribadi tertentu, yang mencakup tanggung jawab, wibawa, mandiri dan disiplin.
2.      Guru sebagai pengajar
Guru membantu peserta didik yang sedang berkembang untuk mempelajari sesuatu yang belum diketahuinya, membentuk kompetensi, dan memahami materi.
 3.      Guru sebagai pembimbing
Guru Harus merencanakan tujuan dan mengidentifikasi kompetensi yang hendak di capai.
4.      Guru sebagai pelatih
Proses pendidikan dan pembelajaran memerlukan latihan keterampilan, baik intelektual maupun motorik, sehingga menuntut guru untuk bertindak sebagai pelatih.

Standar isi dan  kedudukan fungsi tugas guru
Dua komponen ini  sangat penting  karena Kualitas seorang guru akan menentukan pula anak didiknya. Jika seorang guru yang ijak dan pintar tentuk anak didik pun sama  seperti guru, karena siswa atau peserta didik isanya meniru seorang.Disisi yang lain  untuk sekolah yang berbobot tentu akan membutuhkan guru yang berkualitas dn profesi pula untuk semua bagian yang telah di atur dan ditetakan dalam sistem pendidikan dimana pemerintah diatur seperti delapan standar yang kami sebut di bagian awal, itu membutuhkan guru jika tidak ada gru maka semua akan tidak berfungsi atau gagal walaum pun pemerintah atur undang undang dalam bentuk apapun yang diatur.


BAB III
KESIMPULAN
Setiap sekolah mempunyai impian yang ingin di capai, untuk mewujudkan impiann itu menjadi nyata di kemudian hari, maka disiapkannya sebuah rancangan (desain) yang kemudian akan diwujudkan dalam kehidupannya sehari-hari yang mendukung terwujudnya impian tersebut. Standara isi adalah penyesuaian bentuk ukuran. Dengan kata lain standar  adalah pedoman yang ditetapkan.dalam  pengaturan.
Standar Isi juga  mencakup kriteria  ruang lingkup materi dan  tingkat Kompetensi. Yang dimaksud dengan matérial adalah bahan yang  telah dipakai untuk membuat  sesuatu atau mencapai tujuan terternti  dalam hal ini pendidikan. Ada pun “Standar Isi disesuaikan dengan substansi tujuan pendidikan nasional dalam domain sikap spiritual dan sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan.  Menurut Undang Undang No. 20 Tahun 2003 dan Undang Undang No. 14 Tahun 2005 peran guru adalah sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, pengarah, pelatih, penilai dan pengevaluasi dari peserta didik.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar