Translate

Senin, 19 Mei 2014

MEDIA TELEVISI INDONESIA



Nama: Andir Meku
Nim: 121224013
 
PENGGUNAAN BAHASA DALAM MEDIA TELEVISI

Pengertian Televise
Televisi adalah sebuah media telekomunikasi terkenal yang berfungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak beserta suara, baik itu yang monokrom (hitam-putih) maupun berwarna. Kata "televisi" merupakan gabungan dari kata teleλε, "jauh") dari bahasa Yunani dan visio ("penglihatan") dari bahasa Latin, sehingga televisi dapat diartikan sebagai “alat komunikasi jarak jauh yang menggunakan media visual/penglihatan.”
Penggunaan kata "Televisi" sendiri juga dapat merujuk kepada "kotak televisi", "acara televisi", ataupun "transmisi televisi". Penemuan televisi disejajarkan dengan penemuan roda, karena penemuan ini mampu mengubah peradaban dunia. Di Indonesia 'televisi' secara tidak formal sering disebut dengan TV (dibaca: tivi, teve ataupun tipi.)
Kotak televisi pertama kali dijual secara komersial sejak tahun 1920-an, dan sejak saat itu televisi telah menjadi barang biasa di rumah, kantor bisnis, maupun institusi, khususnya sebagai sumber kebutuhan akan hiburan dan berita serta menjadi media periklanan. Sejak 1970-an, kemunculan kaset video, cakram laser, DVD dan kini cakram Blu-ray, juga menjadikan kotak televisi sebagai alat untuk untuk melihat materi siaran serta hasil rekaman. Dalam tahun-tahun terakhir, siaran televisi telah dapat diakses melalui Internet, misalnya melalui iPlayer dan Hulu.
2. Ciri khas bahasa Televisi
1. Singkat dan padat, berhubungan dnegan jumlah kata dan kalimat. Dengan menggunakan kata yang sedikit, namun maknanya bisa ditangkap oleh pemirsa. Hal ini mengacu pada Televisi yang tak hanya menampilkan media audio, tetapi juga penggambaran secara visual.
2. Sederhana, Pilihan kata atau ungkapan dan kesederhanaan gaya bahasa.
3. Lugas.
4. Menarik.
5. Bahasa dan penulisan harus memperhatikan the art of writing
Sesuai dengan tingkat wawasan dan intelektualitas pemirsany

Penullisan Kalimat Dalam Televisi
Kalimat atau pernyataan klise adalah pernyataan yang sudah terlalu sering digunakan di media. Pernyataan klise mungkin tidak akurat dan salah arah, namun harus diakui, banyak reporter merasa sulit menghindari pernyataan klise seperti ini.
Contoh kalimat klise untuk penutup berita: “Kasus itu masih dalam penyelidikan.” Kalimat klise seperti ini bisa dibilang tidak memberi informasi tambahan apapun kepada pemirsa.
Maka, kalimat klise ini sebaiknya diganti dengan yang lebih informatif. Misalnya: “Polisi sampai hari ini masih belum mengetahui penyebab kecelakaan. Polisi mengharapkan, hasil penyidikan akan dapat diungkapkan hari Jumat besok.
Bahasa tutur dalam media televisi
Bahasa tutur lebih bersifat informal, dalam arti struktur kalimatnya berbeda dengan struktur bahasa formal.
Biasanya struktur bahasa yang dipergunakan presenter berita bersifat formal. Sedangkan struktur bahasa yang dipergunakan reporter penyaji berita bersifat informal.
Gaya penulisan dalam naskah berita televise
Naskah sebaiknya ditulis dengan gaya penulisan yang ringan dan bahasa yang sederhana.
Stasiun televisi CNN menyatakan bahwa berita itu harus : “to be understood by the truck driver while not insulting the professor’s intelegence,” (berita harus dapat dimengerti oleh sopir truk namun tanpa harus merendahkan kecerdasan profesor)
Kalimat dalam naskah Berita Televisi
Satu kalimat maksimal terdiri dari 20 kata
Satu kalimat satu gagasan atau pemikiran
Hindari anak kalimat
Ubah gaya bahasa birokrat dan militer menjadi ungkapan lugas
Mudah dimengerti oleh masyarakat luas
Prinsip ekonomi kata Dalam   media televise.
•          Gunakan kata-kata secara efektif dan efisien
•          Pada konteks tertentu, hindari kata atau ungkapan yang mubazir

KESIMPULAN:

Dapat disimpulkan bahwa bahsa yang digunakan dalam penyiaran berita  di Televisi adalah bagasa baku atau   bahasa formal. Bahasa yang di gunakan  pun singkat pada dan bahasa yang muda di mengerti.

Sumber:



Tidak ada komentar:

Posting Komentar