Translate

Senin, 17 Maret 2014

TUGAS


BABA I
PENDAHULUAN

A.    1.1 Latar Belakang
Pendekatan yang cukup populer dalam pengajaran bahasa adalah pendekatan komunikatif, pendekatan komunikatif ini lahir akibat adanya ketidakpuasan para prektisi atau pengajar bahasa atas hasil yang dicapai oleh metode tatabahasa-terjemahan, yang hanya mengutamakan penguasaan kaiidah tata bahasa, mengesampingkan kemampuan berkomunikasi sebagai bentuk akhir yang diharapkan dari belajar bahasa. Pendekatan ini baru dikenal di Indonesia pada era tahun 80-an, padahal perkembangannya di negara lain relative lebih lama. Pendekatan komunikatif adalah pendekatan dalam pembelajaran bahasa yang menekankan pada kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi dalam situasi keseharian.
Oleh karena itu, dalam makalah kami akan mebahas definisi pendekatan Komunikatif, latar belakang muncunya Komunikatif,cicri-ciri Komunikatif, Prosedur pembelajaran dengan menggunakan pendekatan komunikatif. Menurut Aminuddin (1996) pendekatan merupakan seperangkat wawasan yang secara sistematis digunakan sebagai landasan berpikir dalam menentukan metode, strategi, dan prosedur dalam mencapai target hasil tertentu sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

B.     1.2 Rumusan Masalah
1.      Apa penegertian pendekatan Komunikatif?
2.      Apa  Pendekatan Komunikatif?
3.      Mengapa muncul Pendekatan Komumunikatif?
4.      Apa saja ciri ciri pendekatan komunikatif?
5.      Sterategi apa saja pendekatan komunikatif?
6. Apa Prosedur pembelajara komunikatif?
1.3 Tujuan
Untuk  mengetahui penegertian pendekatan Komunikatif
Untuk dapat mengetahui depinisi Pendekatan Komunikatif
 Untuk dapat mengetahui muncul Pendekatan Komumunikatif
Untuk dapat mengetahui ciri ciri pendekatan komunikatif?



BAB II
PEMBAHASAN


 Penegertian pendekatan Komunikatif
Pendekatan Menurut KBBI proses, cara, perbuatan mendekati (hendak berdamai, bersahabat, dsb)
Komunikatif  Menurut KBBI adalah dalam keadaan saling dapat berhubungan (mudah dihubungi); mudah dipahami (dimengerti): bahasanya sangat -- sehingga pesan yg disampaikannya dapat diterima denga baik

Pendekatan Komunikatif
Pendekatan komunikatif adalah pendekatan dalam pembelajaran bahasa yang menekankan pada kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi dalam situasi keseharian.
Beberapa pendapat tentang pendekatan komunikatif
1. Penguasaan secara naluri yang dipunyai seorang penutur asli untuk menggunakan dan memahami bahasa secara wajar dalam proses berkomunikasi atau berinteraksi dan dalam hubungannya dengan konteks sosial (Dell Hymes)
2. Pendekatan yang mengintegrasikan pengajaran fungsi-fungsi bahasa dan tata bahasa (Little Wood, 1981)
3. Pendekatan yang mendasarkan pandangannya terhadap penggunaan bahasa sehari-hari secara nyata (M. Soenardi Dwiwandono, 1996)
Dari pendapat-pendapat di atas tampaknya pendekatan komunikatif ingin ditekankan fungsi bahasa sebagai alat komunikasi dalam proses interaksi antarmanusia. Komunikasi di sini juga bisa berupa komunikasi lisan maupun tertulis.



Mengapa muncul Pendekatan Komumunikatif
1.                          Ketidakpuasan akan beberapa teori bahasa: tradisional, struktural, dan mentalistik yang menekankan pembelajaran bahasa pada teori bahasa.
2. Adanya penekanan kurikulum dan kepentingan humaniora. Perubahan kurikulum saat itu masih tetap menekankan pada pemahaman teori-teori bahasa. Akibat dari kondisi ini, siswa secara teori mampu mengusai ilmu bahasa tetapi penggunaan bahasa dalam komunikasi masih kurang.
3. Muncul pendekatan komunikatif tahun 1980. Kemunculan pendekatan ini membawa angin segar dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas.
Ciri-ciri pendekatan Komunikatif
1. Adanya kegiatan komunikasi fungsional dan interaksi sosial yang saling berkaitan erat
2. Pembelajaran berorientasi pada pemerolehan kompetensi komunikatif, bukan ketepatan gramatikal
3. Pembelajaran diarahkan pada modifikasi dan peningkatan murid dalam menemukan kaidah bahasa lewat kegiatan berbahasa
4. Materi pembelajaran berangkat dari analisis kebutuhan berbahasa pembelajar
Pentingnya faktor afektif dalam belajar bahasa

Dengan pembelajaran komunikatif, siswa diharapkan mangusai kompetensi komunikatif. Karakteristik kompetensi Komunikatif
1. Bersifat dinamis. Kompetensi bahasa selalu berubah-ubah menuju ke arah kemajuan sesuai dengan kemajuan dan berkembangan bahasa.
2. Meliputi bahasa lisan dan tulis. Siswa dianggap memiliki kompetensi bahasa apabila mereka menguasai bahasa secara lisan dan tulisan baik dalam tataran reseptif maupun produktif.
3. Bersifat kontekstual sesuai dengan kondisi yang ada.
4. Meliputi kompetensi bahasa dan performansi bahasa
5. Bersifat relatif



Sterategi apa saja pendekatan komunikatif

Strategi Pembelajaran Bahasa Indonesia berdasarkan Pendekatan Komunikatif.
Strategi merupakan sebuah rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus. Beberapa komponen yang terdapat dalam strategi adalah:
a)    Tujuan
Untuk mengembangkan kompetensi komunikatif para pembelajar bahasa yang mencakup kemampuan menafsirkan bentuk-bentuk linguistik.
b)   Materi
Menurut Tarigan(dalam Solchan,dkk.2001:6.42) ada tiga jenis materi yang di pakai dala pembelajaran bahasa denagn pendekatan komunikatif yakni materi yang berdasarkan teks, materi berdasarkan tugas, dan meteri berdasarkan realita.
c)    Metode
d)   Teknik
e)    Media
Media pembelajaran yang sering kita kenal adalah replika,gambar, duplikat, planel, kertas karton, radio, video, dsb.
f)    Evaluasi
Dalam pembelajaran bahasa sebenarnya ada tiga tes yang dapat di gunakan yaitu tes distrik, tes integratif, dan tes pragmatik. Namun pada pendekatan konunikatif, tes yang cocok untuk di gunakan adalah tes integratif dan tes pragmatif. Yang termasuk tes integratif: menyusun kalimat, menafsirkan wacana yang dibaca atau didengar, memahami bacaan yang didengar atau dibaca. Dan menyusun kalimat yang disediakan. Sedangkan yang termasuk tec pragmatif: dikte




Prosedur pembelajara komunikatif
Berkenaan dengan prosedur pembelajaran dalam kelas bahasa yang berdasarkan pendekatan komunikatif, Finochiaro dan Brumfit (dalam Azies, 1996), menawarkan garis besar kegiatan pembelajaran untuk tingkat sekolah menengah pertama. Garis besar tersebut sebagai berikut.
a. Penyajian Dialog Singkat
Penyajian ini didahului dengan pemberian motivasi dengan cara menghubungkan situasi dialog dengan pengalaman pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari.

b. Pelatihan Lisan Dialog yang Disajikan
Pelatihan ini diawali dengan contoh yang dilakukan oleh guru. Para siswa mengulang contoh lisan gurunya, baik secara bersama-sama, setengah, kelompok kecil, atau secara individu.
c. Tanya-Jawab
Hal ini dilakukan dua fase. Pertama, tanya-jawab yang berdasarkan topik dan situasi dialog. Kedua, tanya-jawab tentang topik itu dikaitkan dengan pengalaman pribadi siswa.
d. Pengkajian
Siswa diajak untuk mengkaji salah satu ungkapan yang terdapat dalam dialog. Selanjutnya, para siswa diberi tugas untuk memberikan contoh ungkapan lain yang fungsi komunikatifnya sama.
e. Penarikan Simpulan
Siswa diarahkan untuk membuat simpulan tentang kaidah tata bahasa yang terkandung dalam dialog.
f. Aktivitas Interpretatif
Siswa diarahkan untuk menafsirkan beberapa dialog yang dilisankan.

g. Aktivitas Produksi Lisan
Dimulai dari aktivitas komunikasi terbimbing sampai kepada aktivitas yang bebas.
h. Pemberian Tugas
Memberikan tugas tertulis sebagai pekerjaan rumah
i. Evaluasi
Evaluasi pembelajaran dilakukan secara lisan (Tarigan, 1991).




BAB II
KESIMPULAN
Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa  Pendekatan komunikatif adalah pendekatan dalam pembelajaran bahasa yang menekankan pada kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi dalam situasi keseharian.

,............................................................................................................

Tidak ada komentar:

Posting Komentar