BABA I
PENDAHULUAN
A.
1.1 Latar Belakang
Pendekatan yang cukup populer dalam pengajaran bahasa adalah
pendekatan komunikatif, pendekatan komunikatif ini lahir akibat adanya
ketidakpuasan para prektisi atau pengajar bahasa atas hasil yang dicapai oleh
metode tatabahasa-terjemahan, yang hanya mengutamakan penguasaan kaiidah tata bahasa, mengesampingkan
kemampuan berkomunikasi sebagai bentuk akhir yang diharapkan dari belajar
bahasa. Pendekatan ini baru dikenal di Indonesia pada era tahun 80-an, padahal
perkembangannya di negara lain relative lebih lama. Pendekatan komunikatif adalah
pendekatan dalam pembelajaran bahasa yang menekankan pada kemampuan
berkomunikasi dan berinteraksi dalam situasi keseharian.
Oleh karena itu, dalam makalah kami akan
mebahas definisi pendekatan Komunikatif, latar belakang muncunya
Komunikatif,cicri-ciri Komunikatif, Prosedur pembelajaran dengan menggunakan pendekatan
komunikatif. Menurut Aminuddin (1996) pendekatan merupakan seperangkat
wawasan yang secara sistematis digunakan sebagai landasan berpikir dalam
menentukan metode, strategi, dan prosedur dalam mencapai target hasil tertentu
sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
B.
1.2 Rumusan
Masalah
1.
Apa penegertian
pendekatan Komunikatif?
2.
Apa Pendekatan Komunikatif?
3.
Mengapa muncul Pendekatan Komumunikatif?
4.
Apa saja ciri ciri pendekatan
komunikatif?
5.
Sterategi apa saja pendekatan
komunikatif?
6. Apa Prosedur pembelajara komunikatif?
1.3 Tujuan
Untuk
mengetahui penegertian
pendekatan Komunikatif
Untuk dapat mengetahui depinisi Pendekatan Komunikatif
Untuk
dapat mengetahui muncul Pendekatan Komumunikatif
Untuk dapat mengetahui ciri ciri
pendekatan komunikatif?
BAB II
PEMBAHASAN
Penegertian
pendekatan Komunikatif
Pendekatan Menurut KBBI proses, cara, perbuatan mendekati (hendak berdamai,
bersahabat, dsb)
Komunikatif Menurut KBBI adalah
dalam keadaan saling dapat berhubungan (mudah dihubungi); mudah dipahami
(dimengerti): bahasanya
sangat -- sehingga pesan yg disampaikannya dapat diterima denga baik
Pendekatan Komunikatif
Pendekatan
komunikatif adalah pendekatan dalam pembelajaran bahasa yang menekankan pada
kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi dalam situasi keseharian.
Beberapa pendapat tentang pendekatan komunikatif
1. Penguasaan secara naluri yang dipunyai seorang penutur asli untuk menggunakan dan memahami bahasa secara wajar dalam proses berkomunikasi atau berinteraksi dan dalam hubungannya dengan konteks sosial (Dell Hymes)
2. Pendekatan yang mengintegrasikan pengajaran fungsi-fungsi bahasa dan tata bahasa (Little Wood, 1981)
3. Pendekatan yang mendasarkan pandangannya terhadap penggunaan bahasa sehari-hari secara nyata (M. Soenardi Dwiwandono, 1996)
Dari pendapat-pendapat di atas tampaknya pendekatan komunikatif ingin ditekankan fungsi bahasa sebagai alat komunikasi dalam proses interaksi antarmanusia. Komunikasi di sini juga bisa berupa komunikasi lisan maupun tertulis.
Beberapa pendapat tentang pendekatan komunikatif
1. Penguasaan secara naluri yang dipunyai seorang penutur asli untuk menggunakan dan memahami bahasa secara wajar dalam proses berkomunikasi atau berinteraksi dan dalam hubungannya dengan konteks sosial (Dell Hymes)
2. Pendekatan yang mengintegrasikan pengajaran fungsi-fungsi bahasa dan tata bahasa (Little Wood, 1981)
3. Pendekatan yang mendasarkan pandangannya terhadap penggunaan bahasa sehari-hari secara nyata (M. Soenardi Dwiwandono, 1996)
Dari pendapat-pendapat di atas tampaknya pendekatan komunikatif ingin ditekankan fungsi bahasa sebagai alat komunikasi dalam proses interaksi antarmanusia. Komunikasi di sini juga bisa berupa komunikasi lisan maupun tertulis.
Mengapa muncul Pendekatan Komumunikatif
1.
Ketidakpuasan
akan beberapa teori bahasa: tradisional, struktural, dan mentalistik yang
menekankan pembelajaran bahasa pada teori bahasa.
2. Adanya penekanan kurikulum dan kepentingan humaniora. Perubahan kurikulum saat itu masih tetap menekankan pada pemahaman teori-teori bahasa. Akibat dari kondisi ini, siswa secara teori mampu mengusai ilmu bahasa tetapi penggunaan bahasa dalam komunikasi masih kurang.
3. Muncul pendekatan komunikatif tahun 1980. Kemunculan pendekatan ini membawa angin segar dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas.
2. Adanya penekanan kurikulum dan kepentingan humaniora. Perubahan kurikulum saat itu masih tetap menekankan pada pemahaman teori-teori bahasa. Akibat dari kondisi ini, siswa secara teori mampu mengusai ilmu bahasa tetapi penggunaan bahasa dalam komunikasi masih kurang.
3. Muncul pendekatan komunikatif tahun 1980. Kemunculan pendekatan ini membawa angin segar dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas.
Ciri-ciri
pendekatan Komunikatif
1. Adanya kegiatan komunikasi fungsional dan interaksi sosial yang saling berkaitan erat
2. Pembelajaran berorientasi pada pemerolehan kompetensi komunikatif, bukan ketepatan gramatikal
3. Pembelajaran diarahkan pada modifikasi dan peningkatan murid dalam menemukan kaidah bahasa lewat kegiatan berbahasa
4. Materi pembelajaran berangkat dari analisis kebutuhan berbahasa pembelajar
Pentingnya faktor afektif dalam belajar bahasa
Dengan pembelajaran komunikatif, siswa diharapkan mangusai kompetensi komunikatif. Karakteristik kompetensi Komunikatif
1. Bersifat dinamis. Kompetensi bahasa selalu berubah-ubah menuju ke arah kemajuan sesuai dengan kemajuan dan berkembangan bahasa.
2. Meliputi bahasa lisan dan tulis. Siswa dianggap memiliki kompetensi bahasa apabila mereka menguasai bahasa secara lisan dan tulisan baik dalam tataran reseptif maupun produktif.
3. Bersifat kontekstual sesuai dengan kondisi yang ada.
4. Meliputi kompetensi bahasa dan performansi bahasa
5. Bersifat relatif
1. Adanya kegiatan komunikasi fungsional dan interaksi sosial yang saling berkaitan erat
2. Pembelajaran berorientasi pada pemerolehan kompetensi komunikatif, bukan ketepatan gramatikal
3. Pembelajaran diarahkan pada modifikasi dan peningkatan murid dalam menemukan kaidah bahasa lewat kegiatan berbahasa
4. Materi pembelajaran berangkat dari analisis kebutuhan berbahasa pembelajar
Pentingnya faktor afektif dalam belajar bahasa
Dengan pembelajaran komunikatif, siswa diharapkan mangusai kompetensi komunikatif. Karakteristik kompetensi Komunikatif
1. Bersifat dinamis. Kompetensi bahasa selalu berubah-ubah menuju ke arah kemajuan sesuai dengan kemajuan dan berkembangan bahasa.
2. Meliputi bahasa lisan dan tulis. Siswa dianggap memiliki kompetensi bahasa apabila mereka menguasai bahasa secara lisan dan tulisan baik dalam tataran reseptif maupun produktif.
3. Bersifat kontekstual sesuai dengan kondisi yang ada.
4. Meliputi kompetensi bahasa dan performansi bahasa
5. Bersifat relatif
Sterategi apa saja pendekatan komunikatif
Strategi
Pembelajaran Bahasa Indonesia berdasarkan Pendekatan Komunikatif.
Strategi merupakan
sebuah rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus.
Beberapa komponen yang terdapat dalam strategi adalah:
a) Tujuan
Untuk mengembangkan kompetensi komunikatif para
pembelajar bahasa yang mencakup kemampuan menafsirkan bentuk-bentuk linguistik.
b) Materi
Menurut Tarigan(dalam Solchan,dkk.2001:6.42) ada tiga
jenis materi yang di pakai dala pembelajaran bahasa denagn pendekatan
komunikatif yakni materi yang berdasarkan teks, materi berdasarkan tugas, dan
meteri berdasarkan realita.
c) Metode
d) Teknik
e) Media
Media pembelajaran yang sering kita kenal adalah
replika,gambar, duplikat, planel, kertas karton, radio, video, dsb.
f) Evaluasi
Dalam pembelajaran
bahasa sebenarnya ada tiga tes yang dapat di gunakan yaitu tes distrik, tes
integratif, dan tes pragmatik. Namun pada pendekatan konunikatif, tes yang
cocok untuk di gunakan adalah tes integratif dan tes pragmatif. Yang termasuk
tes integratif: menyusun kalimat, menafsirkan wacana yang dibaca atau didengar,
memahami bacaan yang didengar atau dibaca. Dan menyusun kalimat yang
disediakan. Sedangkan yang termasuk tec pragmatif: dikte
Prosedur pembelajara komunikatif
Berkenaan dengan
prosedur pembelajaran dalam kelas bahasa yang berdasarkan pendekatan
komunikatif, Finochiaro dan Brumfit (dalam Azies, 1996), menawarkan garis besar
kegiatan pembelajaran untuk tingkat sekolah menengah pertama. Garis besar
tersebut sebagai berikut.
a. Penyajian Dialog Singkat
Penyajian ini didahului
dengan pemberian motivasi dengan cara menghubungkan situasi dialog dengan
pengalaman pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari.
b. Pelatihan Lisan Dialog yang Disajikan
b. Pelatihan Lisan Dialog yang Disajikan
Pelatihan ini diawali
dengan contoh yang dilakukan oleh guru. Para siswa mengulang contoh lisan
gurunya, baik secara bersama-sama, setengah, kelompok kecil, atau secara
individu.
c. Tanya-Jawab
Hal ini dilakukan dua
fase. Pertama, tanya-jawab yang berdasarkan topik dan situasi dialog. Kedua,
tanya-jawab tentang topik itu dikaitkan dengan pengalaman pribadi siswa.
d. Pengkajian
Siswa diajak untuk
mengkaji salah satu ungkapan yang terdapat dalam dialog. Selanjutnya, para
siswa diberi tugas untuk memberikan contoh ungkapan lain yang fungsi
komunikatifnya sama.
e. Penarikan Simpulan
Siswa diarahkan untuk
membuat simpulan tentang kaidah tata bahasa yang terkandung dalam dialog.
f. Aktivitas Interpretatif
Siswa diarahkan untuk
menafsirkan beberapa dialog yang dilisankan.
g. Aktivitas Produksi Lisan
g. Aktivitas Produksi Lisan
Dimulai dari aktivitas komunikasi terbimbing sampai kepada
aktivitas yang bebas.
h. Pemberian Tugas
Memberikan tugas tertulis sebagai pekerjaan rumah
i. Evaluasi
Evaluasi pembelajaran dilakukan secara lisan (Tarigan, 1991).
BAB II
KESIMPULAN
Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa Pendekatan komunikatif adalah pendekatan dalam pembelajaran
bahasa yang menekankan pada kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi dalam
situasi keseharian.
,............................................................................................................
Tidak ada komentar:
Posting Komentar