Translate

Senin, 17 Maret 2014

METODOLOGI PENGAJARAN BAHASA


Prof. Henry Guntur  Tarugan
METODOLOGI PENGAJARAN BAHASA
2
Penerbit: angkasa Bandung

A.              Pengajaran Bahasa Studional
1.                  Latar belakang sejarah
Asal usul pendekatan ini muncul  dengan karya pakar linguistic trapan britis pada pada tahun 1920-an dan 1930-an. Bermula pada saat ini , sejumlah para  terapan yang terkemukaan mengembangkan bagi  pendekatan yang brinsip terhadap metedologi dalam pengajaran bahasa.
Sala satu dari aspek-aspek utama rancang bangun metode yang dapat menarik perhatian adalah peranan kosa kata. Seperti palmer bawa kosa kata merupakan salah satu aspek yang palin penting bagi pembelajaran bahasa asing. Yang kedua adalah bertambanya atau meningkatkan penekanan tekanan  pada ketrampilan membaca sebagai tujuan studi asing  pada beberapa Negara.
Peranan kosa kata ini dianggap penting dalam pembelajaran bahasa, terlebih pula dalam buku pelajaran sekolah Dasar, maka tidak usa kita heran kalau ada sejumlah pakar yang menaru, perhatian serta  mengadakan telah mengenai hal ini, misalnya, Dale(165) dan Smit(1941), serta Anderson (1972) para pakara ini pendapata bahwa”ada  perkembangan kuantitas kosa kata  para pembelajart” dalam julah kata yang terdapat setip tingkat tentu terdapat kata-kata yang bertumpang tindih atau  overlap words *(Andeson 1972:215) yaitu kata-kata yang telah diajarakan pada satu seri dan dipakai pada seri lainya. Sejalan dengan minat dan perhatian terhadap pengembangan prinsip-prinsip rasional bagi pemilihan /penyaringan kosa kata adalah pemusatan perhatian pada bobot/ isi gramatikal pelajaran kursus bahasa. Dalam karya karya tulisnya, Palmer telah member penekanan pada masalah-masala tatabahasa bagi pembelajar asing.
1
Palmer memandang tata bahasa sebagai yang mendasari pola-pola kalimat bahasa lisan.Palmer Hoby, dan para pakar linguistic trapan Britis lainya menganalisis bahasa inggris dan mengklasifikasikan struktu-struktu grametikal utamanya kedalam pola-pola kalimat(“yang kemudian  disebu  sttution tables”)yang dapat dipakai unttk membantu pengiternalisaian kaidah-kaidah struktur kalimat bahasa ingris.
2.                  Ciri-ciri  Utama
1.                  Pengajaran bahasa bermula dengan bahasa lisan.
2.                  Bahasa sasaran atau  bahasa  target  merupakan bahasa(pengantar kelas)
3.                  Butir-butir bahasa baru diperkenalkan secara situasional
4.                  Prosedur penyelesaian kosa kata dituruti untuk menyakin kan bahwa kosa kata umum yang penting benar-benar terajikan.
5.                  Butir-butir tatabahasa ditetapkan secara bertingkat menurut sesuai dengan prinsip bahawa bentuk-bentuk yang rumit.
6.                  Membaca dan menulis memeperrkenalkan dimulai apabila dasar-dasar leksikal gramatikal yang memadai sudah terpenuhi.

3.                  Pendekatan
Teori pembelajaran yang mendasari PBS  adalah sejenis teori pembelajaran bahasa behavioris.  Teori ini lebih memusatkan perhatian pada “proses-proses” “kondisi-kondisi” pembelajaran. Frisby misalnya, menutup pandangan-pandanga Palmer sebagai otoritatif:”
4.                  Rangcang Bangun
Tujuan
Tujuan metode PBS adalah mengajarakankomando paraktis bagi keempat keterampila berbahasa( menyimak, bebicara, membaca dan menulis


2
Silabus
Silabus strukturaln dabn daftar kata  merupakan dasar bagi pengajara bahasa inggris dalan PBS. Silabus struktur merupan suatu daftar struktural dasar dan pola-pola kalimat bahasa inri
Bentuk kata-kata baru dan polah-pola kalimat baru  demontrasikan dengan contoh-contoh dan bukan melalui penjelasan bukan pencarian ketatabahasaan. Maka kata-kata dan pola-pola kalimat baru tidak  disampaikan melaluai terjemahaan. Makna itu dibuat secara visual(dengan obyek-obyek, gambar-gambar tindakan dan mimik).Dimana saja mungkin, kalimat,kaliamat model dikaitkan dan diambil dari situasi tunggal”.peranan dalam pembelajar dalam PBS adalah sebagai penyimak dan pengulang ucapan pengajar, serta peresposi atau pertanyaan  dan perintah guru.pengajar bertindak sebagai model, menata situasi-situasi yang dapat memenuhi kebutuhan struktur bahasa sasaran dan kemudian membuat contoh atau model struktur baru yang akan diulagi oleh para sisiwa. Kemudian sang pengajar menjadi terampil pemimpin orkes yang mengalirkan alunan lagu dari para penyayi/ para pelaku”(Byrne1976:2).orang monopolato yang terampil, menggunakann pertanyaan, perintah dan sasaran lain untuk memancing serta memperoleh kalimat yang benar dari para pembelajar.. maka pelajara-pelajan diarahkan dan dikehendaki oleh guru.dan sangguru pun  menentukan dan menata langka-langka yang akan dilaksanakan.

B.               Metode Audiovisual
1.                  latar belakang Sejarah
West(1926) yang mengajar bahasa inggris di india, berpendapat bahwa  belajar bahasa inggri  ketimbang berbicara. Suatu keterampilan dengan nilai tamba yang palin besar bagisiswa pada tahap-tahap awal pembelajara bahasa.
tujuan dan teknik
Tujuan dan metode membaca secara tegas dibatasi hanya buat melatih para siswa agar  terampildsalam membaca pemahaman.teknik-teknik metode terjemahan tatabahasa.



4
2.                  Asumsi teoritis
Asumsi –asumsi edukasionalnya sama dengan kurikulum sekolah   Amerika 1920-an misalnya kegiatan-kegian kependidikan penggunaan prakts yang sudh diterapkan atau ditentukan.

Faktor penentu komuni kasi (tarigan 1868:180). Faktor penentu adalah
siapa yang berbahasa denga siapa;
untuk tujuan apa
dalam situasi apa(tempat dan waktu)
dalam konteks apa(peserta lain, budaya dan suasana);
media apa(tatap muka, telepon, sura, kawat, buku, Koran, dan sebagainya);
dalam pristiwa apa(bercakap-cakap, cerama, laporan lamaran keraja, pernytaan cinta, dan sebagainya).


C.               Metode struktual Oral Situasional

1.                  Latar belakang sejarah
Agaknya ada manfaatnya serba sedikit ciri-ciri asumsi pengajaran bahasa inggis di india bahasa inggris mempunyai situasional sebagai”assosiateofficial language” atau “ bahasa resmi luarbiasa” dalam konteks nasional yang sangat” multilingual”  dan merupakan media tekemuka/ dominan pada adm
inistrasi tingkjat tinggi pendidkan.
Yang menjadi pendorong  bagi projek adalah  suatu ituisi pedagolik yang mendalam, yang  dikonkritkan dalam perdebatan profesional di India.Pada umumnya bahasa inggris  diberikan di sekolah sekitar usia 7n dan 12 tahun. Untuk meningkatkan mutu pendidkan  bahasa  inggris sebagai bahasa antaranya adalah” Bangaloro Project”(disingkat ctp).  Yang menjadi perangsang dan pendorong bagi projek itu adalah suatu intituisi pedagogik yang mendalam perdebatan profesional di India.

                                                                                                                       

2.      Prinsip dan prosedur
Pada tahun pertama pengajaran proyek ini ditandai oleh ketidakpastian mengenai prosedur, kekecewaan, pertentangan presepsi atau penafsiran mengenai pelajaran-pelajaran tertentu dan bergagai  responsi negatif dari pembelajar. Diantara gagasan  yang dianggap baik dan memeberi harapan padeda  pada saatitu adalah “penyelesaian cerita” atau “story ”Complement.
Kita menanggung risiko pengabain prinsip –prinsip umum semua pengajaran seperti:
I.                        Menggantung ataumenyeleraskan tingkat kegiatan atau upaya kepada kemampuan aktual para pelajar.
II.                        Meningkatkan atu penahapan urutan  kegiatan dari yang sederhana kepada yang lebih rumit untuk menghasilkan efek kumulatif.
III.                        Pentingnya hubungan pengajar-pembelajar yang brdasarkan kesinambungan atarara pelajaran-pelajaran dan membangkitkan harapan-harapan pembelajaran yang layak dan .
IV.                        .   Pentingnya pujian atau teguran, umpan –baik danpenghematan
Pelajaran pelajaran yang tidak berhasil adalah yang:
Tidaka berpusat pada tugas,  misalnya seluru berpusat pada persiapan latihan( atau penyelesaian tugas yang lebih lambat);
Terlalu  sukar; atau (iii) terlalu mudah; dan(iv) tenyata tidak menrik bgi para siswa, ataupun(v)  terhalang oleh faktor-faktor internal”(RIE Newsktter1/4, April 198o)
“ Kegiatan yang berfokus pada makna” atau meaning-fokused activiti”. Didalam kelas, kegiatan yang berfokus pada makna secara garis besarnya  dapat dibagi menjadi tiga yaitu:
1.                  Kegiatan kesenjangan informasi atau information-gap activi.
2.                  Kegiatan kesenjangan pendapat atau opini-gap activiti
3.                  Kegiatan kesenjangan penalaran atau reasoning-gap aktivity


                                                                                                                                                6
4.      Pembelajaran
Pembelajaran adalah setiap perubahan perilaku yang relatif permanen, terjadi sebagai hasil dari pengalaman Definisi sebelumnya menyatakan bahwa seorang manusia dapat melihat perubahan terjadi tetapi tidak pembelajaran itu sendiri. Konsep tersebut adalah teoretis, dan dengan demikian tidak secara langsung dapat diamati:
5.      Silabus dan materi
Silabus pada umumnya dianggap sebagai suatu pernyataan mengenai” apa yang diajarka”.silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/ bahan/ alat belajar.

6. Silabus juga dapat di pandang sebagai:
-           Silabus sebaggai operasional
-           Silabus sebaggai konsep iluminatif
-           Silabus sebaggai suatu sarana penguasan organisasional
-           Silabus sebaggai suatu dokumen pesetujuan umum
Suatu silabus  isi dapat dikatakan merupakan suatu konsepsi iluminatif yang juga digunakan sebagai konsepsi oprasional sedang suatu silabus prosedural merupakan suatukonsepsi oprasional yang benar-benar beda dari   konsep iluminatif.  Suatu silabus isi (atau  canten sylllabus”) lah tepat dan sesuai kalau tujuan pengajaran adalah suatau pengertian oleh para pembelajar mengenai subyek yang bersangkutan atau kalau perkembangan kemampuan pada para pembelajara dianggap dapat dikontrol atau diawasi secaralangsung  dengan bantuan konsepsi iluminatif yang rerelvan.




7






Tidak ada komentar:

Posting Komentar