UKURAN PEMUSATAN DATA
(MODUS DAN MEDIAN)
Modus
Modus dari sekumpulan data ialah datum
yang paling sering mucul atau datum yang frekuensinya tertinggi. Dalam satu data bisa terdapat satu
modus (unimodus), dua modus (bimodus), lebih dari dua modus (multimodus),
atau sama sekali tidak memiliki modus.
Contoh 1:
a. Modus dari data 3, 4, 4, 6, 6, 6, 8, 9, adalah 6 karena 6 paling sering muncul yaitu sebanyak 3 kali.
b. Modus dari data 3, 4, 6, 8, 9, 10, 11 tidak ada, atau dikatakan data ini tidak mempunyai modus karena frekuensi datum sama yaitu 1 kali.
c. Data 20, 20, 25, 25, 29, 29, 30, 30 tidak mempunyai modus karena frekuensi masing-masing datum sama yaitu 2 kali.
d. Modus dari 2, 4, 6, 6, 9, 9, 11, 12 adalah 6 dan 9 karena 6 dan 9 sama-sama mempunyai frekuensi 2.
e. Modus dari 1, 1, 2, 3, 4, 4, 5, 6, 7, 7, 8 adalah 1, 4, dan 7, karena masing-masing muncul sebanyak 2 kali.
Contoh 2:
Misalkan diketahui data sebagai berikut:
|
Skor
|
Frekuensi
|
|
4
5
6
7
8
|
12
17
15
15
16
|
Modus data dalam tabel ini adalah
5
Contoh 3:
Misalkan diketahui data dalam
tabel distribusi frekuensi sebagai berikut:
|
Skor
|
Frekuensi
|
|
40 – 49
50 – 59
60 – 69
70 – 79
80 – 89
90 – 99
|
5
15
10
28
17
10
|
Dari tabel di atas, modus yang
sesungguhnya tidak dapat dicari. Oleh karena itu ditetapkan aturan bahwa kelas
yang frekuensinya tertinggi disebut kelas modus, sedangkan modus dari
data dalam distribusi frekuensi tersebut ialah bilangan dalam kelas modus yang
ditentukan dengan rumus:
Modus = Bmod
+ p

dengan:
Bmod : Batas bawah kelas
modus, yaitu interval dengan frekuensi terbanyak.
p : panjang kelas interval pada kelas modus.
b1 : selisih frekuensi kelas modus dengan
frekuensi kelas sebelumnya.
b1 = fmod
- fseb
b2 : selisih frekuensi kelas modus dengan
frekuensi kelas sesudahnya.
b2 = fmod - fses
fmod :
frekuensi kelas modus.
fseb :
frekuensi kelas sebelum kelas modus.
fses :
frekuensi kelas sesudah kelas modus.
Jadi, dari data dalam daftar
distribusi di atas diperoleh:
Kelas modus: 70-79
Batas bawah kelas modus, Bmod
= 70 - 0,5 = 69,5
panjang kelas, p = 10
b1 = fmod - fseb
= 28 – 10 =
18
b2 = fmod - fses = 28 – 17 = 11
Modus = Bmod + p
= 69,5 + 10
= 69,5 + 6,21 = 75,71
= 69,5 + 10
Modus suatu data tidak selalu
berupa bilangan.
Contoh 4:
Tabel Banyak Kendaraan Lewat
|
Jenis kendaraan
|
Frekuensi
|
|
Sepeda
Sepeda
motor
Mobil
Bus
Truck
Tangki
|
10
45
20
5
4
2
|
Modus data dalam tabel ini adalah sepeda motor karena frekuensinya
yang paling banyak.
Median
Apabila data numerik, yang terdiri atas n skor diurutkan
dari yang terkecil sampai yang terbesar, maka data itu disebut juga statistik
urutan, sedangkan skor yang nomor urutnya k, disebut statistik urutan ke-k dan
dinyatakan dengan lambang X[k]. Dalam hal demikian, rentang data = X[n]
- X[1]
Jika n merupakan bilangan ganjil, maka statistik urutan ke
merupakan skor yang terletak ditengah setelah
data diurutkan. Skor itu disebut median.
Jadi, apabila n adalah bilangan ganjil,
Median =
Apabila n merupakan bilangan genap, maka median data
adalah rata-rata dari dua skor yang ditengah, yaitu:
Median =
Contoh 5:
Tentukan median dari data-data berikut.
a. 6, 6, 7, 9, 5, 8, 10, 12, 8
b. 30, 40, 24, 20, 25, 20, 31, 29
Jawab:
a. Data diurutkan dari yang kecil
ke yang besar:
5 6
6 7 8
8 9 10
12
n = 9 (ganjil) sehingga
mediannya adalah
median =
=
= 8
b. Data diurutkan dari yang kecil
ke yang besar:
20 20 24 25
29 30 31
40
n = 8 (genap) sehingga
mediannya adalah
median =
=
=
= 27
=
Contoh 6:
Tentukan median dari data
berikut:
|
Nilai
|
Frekuensi
|
|
2
4
5
7
8
|
4
3
1
5
8
|
|
Jumlah
|
21
|
Jawab:
n = 21
(ganjil) sehingga mediannya adalah
median =
=
= 7
Contoh 7:
Misalkan diketahui data dalam
tabel distribusi frekuensi sebagai berikut:
|
Kelas
|
Frekuensi
|
|
57,1 – 64,0
64,1 – 71,0
71,1 – 78,0
78,1 – 85,0
85,1 – 92,0
92,1 – 99,0
|
5
16
40
10
5
6
|
|
Jumlah
|
82
|
Dari suatu tabel distribusi
frekuensi seperti ini, yang disebut median ialah bilangan yang dapat dianggap
sebagai statistik urutan ke
seandainya dalam
setiap kelas, skor (data) tersebar merata di dalam interval kelasnya..
Dari tabel di atas, median ialah
bilangan yang dapat dianggap sebagai statistik urutan ke-41, karena n = 82
Nilai median tersebut ditentukan
dengan rumus:
Median = Bmed + p

dengan:
Bmed = Batas bawah kelas median (kelas yang memuat
median).
p = panjang kelas median.
n = jumlah semua frekuensi.
F = jumlah semua frekuensi kelas sebelum kelas median.
fe = frekuensi kelas
median.
Jadi, dari data dalam tabel distribusi
frekuensi tersebut, diperoleh:
Kelas median adalah kelas ke-3 yaitu kelas: 71,1 – 78,0 karena median ialah
bilangan yang dapat dianggap sebagai statistik urutan ke
atau statistik urutan
ke-41.
Bmed
= 71,1 – 0,05 = 71,05
p = 7
F = 5 +16 = 21
fmed
= 40
Median = 71,05 +
7
= 71,05 + 7
= 71,05 + 3,5 = 74,55
Latihan:
1. Pegawai suatu kantor memberikan sumbangan
bencana alam dalam ribuan rupiah sebagai berikut:
10, 40, 25,
5, 20, 10, 25, 50, 30, 10, 5, 15, 25, 50, 10, 30, 5, 25, 45, dan 15. Hitunglah
modus dan mediannya.
2.
Diketahui
data Nilai UAN Matematika 80 siswa SMP X sebagai berikut:
|
Nilai
|
Frekuensi
|
|
31 – 40
|
2
|
|
41 – 50
|
3
|
|
51 – 60
|
5
|
|
61 – 70
|
14
|
|
71 – 80
|
24
|
|
81 – 90
|
20
|
|
91 – 100
|
12
|
|
Jumlah
|
80
|
Hitunglah
modus dan mediannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar