PENGEMBANGAN
MATERI PENGAJARAN BAHASA FPS 626
Prof.Dr. Bistok A. Siahaan
DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDKAN TINGGI
PROYEK PENGEMBANGAN LEMBAGA PENDIDIKAN TENAGA
KEPENDIDIKAN
JAKARTA198
A. PRINSIP-PRINSIP
PERKEMBANGAN KURI KULUM BAHASA
1. Pengertian KuriKulum Bahasa.
Banyak definisi yang disebutkan orang tentang kurikulum. Berbagai depinisi itu
mungkintimbulkarenna cakupan kurikulum itu sendiri memang luas dan mungkin
sempit terjantung pada orang yang memandangnya. Karena aspek kurikulum
juga mungkin berbeda menurut aspek yang
ditetapkan membuat definisi.
Kebudiasn pengertian kuri kulum juga berkembang dri bahasa
pengalaman dan pengalaman iti di kelas dan juga di luar kelas.Pengertian kurikulum dapat dilihat diri
segi asal usul kata (bahasa)
Kurikulum berasal dari bahasa yunani kuno Curriculum, yang berasal dari kata curiryang artinya pelari ; dan Curere yang artinya tempat terpacu. Jadi Curriculum dapat diartikan jarak yang harus ditempuh oleh pelari. Dari makna yang berdasarkan rumusan tersebut, Kurikulum dalam pendidikan diartikan sebagai sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh dan diselesaikan anak didik untuk memperoleh ijasah. Kurikulum dalam bahasa latin mempunyai kata akar (curere) kata ini bermaksud ‘laluan’ atau ‘jejak’. Secara yang lebih luas pula maksudnya ialah ‘jurusan’ seperti dalam rangka kata jurusan peperangan’. Perkataan’kurikulum’ dalam bahasa inggris mengandung pengertian ‘jelmaan’ atau ‘metamorfosis’. Paduan makna kedua-dua bahasa ini menghasilkan makna bahwa perkataan kurikulum ‘ialah’ laluan dan satu peringkat ke satu peningkat.
Kurikulum berasal dari bahasa yunani kuno Curriculum, yang berasal dari kata curiryang artinya pelari ; dan Curere yang artinya tempat terpacu. Jadi Curriculum dapat diartikan jarak yang harus ditempuh oleh pelari. Dari makna yang berdasarkan rumusan tersebut, Kurikulum dalam pendidikan diartikan sebagai sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh dan diselesaikan anak didik untuk memperoleh ijasah. Kurikulum dalam bahasa latin mempunyai kata akar (curere) kata ini bermaksud ‘laluan’ atau ‘jejak’. Secara yang lebih luas pula maksudnya ialah ‘jurusan’ seperti dalam rangka kata jurusan peperangan’. Perkataan’kurikulum’ dalam bahasa inggris mengandung pengertian ‘jelmaan’ atau ‘metamorfosis’. Paduan makna kedua-dua bahasa ini menghasilkan makna bahwa perkataan kurikulum ‘ialah’ laluan dan satu peringkat ke satu peningkat.
Inilah sebabnya kuri kulum itu dapat didefinisikan deb=ngan
berbagai kurikulum itu sendiri mengandung banyak aspek.
1
Dan kurikulum itu
juga mungkin tidak sama pengertian anatara satu
Negara dengan Negara lainya. Di Amerika serikat pengertian kuri kulum
mungkin berbeda dengan pengertian kurikum kurikulum di inggiris pada waktu
tertentu. 1
Menmang pengertian kurikulum itu dapat meluas. Alince Miel
malaham memperluas lagi pengertian kuri kulum dengan pendapatnya yang
mengatakan bahawa kurikulum meliputi juga keadaan gedung, suasana sekolah,
keinginan keyakina, pengetahun, kecakapan, dan sikaporang-orang yang meladeni
diladeni sekolah yakin si anak didik, masyarakat dan para pendidik, di dalam
juja termasuk penjaja sekolah juru tulis, juru rawat sekolah(tukang
kebun), dan pegawai sekolah yang ada
hubunganya dengan siswa.
2. Hubungan
antara Kurikulu, materi inturuksi
Buku ini tidak dimaksudkan untuk menjelaskan kepada pembaca
pengenai pengertian kurikum atau khususnya kuri kulum bahasa. Tetapi seperti
tersurat pada judul buku ini pada akhirnya yang diharapkan dari pembaca buku
ini adalah kemampuan atau pengertian tentang bagaimana pengembangan materi tentang
kurikulum dan komponenya dengan segalah permasalahanya, semata –mata di masukan
di dalam buku ini dengan maksud supaya pembaca dapat melihat bahwa pengembangan
materi pengajaran bahasa hendaknya di mulai dengan kuri kulum.
3. Tingkat-tingkat(tataran)
pengembangan kuri kulum bahasa
Sebelum kurikulum sampai menjadi kuri kulu yang pasti tentulah mengalami proses penyusunan.
Misalnya, dibuat berdasarkan pengalaman pada suatu Negara tertentu atu mungkin
suata kurikulum bahasa dibuat
berdasarkan kebutuhan atau keperluan sesuatu kelompok atau sesuatu
badan.
Menurut takalah ada 5 level atau tingkat pengajaran bahasa
yaitu level(selanjutnya di sebut dengan
tataran), yaitu tataran masyarakat yang menjawab motimotiv pengajaran bahasa,
kenmudian tataran k eke dua, tentang system sekolah, infrastruktur, sedangkan
tataran ke tiga, adalah tataran perkembangan bahasa yang bersifat ilmiah dan
strategi pengajaran bahasa atau taktik pengajaran. Dan tataran kelima, adalah
tataran system belajara bahasa. Dari tataran pertama yaitu tataan masyarakat
kita lihat dirumuskan keperluan bahasa. Kemudian motiv-motiv belajara bahasa,
pribadi, kondisi linguitik kerja sama dengan
dengan pengembangan bahasa internasional. Kemudian ini semua merupakan perumusan dari politik kebahasaan.
4. langka-langka pengembangan kuri kulum bahasa
Pada umumnya pengembangan kuri kulum meliputi
prinsip-prinsif dan prosedur-prosedur yang dipakai untu perencanaan , pengelolaaan
dan evaluasi belajar bahasa.
2
B. PRINSIP-PRINSIP
PENGEMBANGAN MATERI PENGAJARAN BAHASA.
1. Langkah-langkah Tingkat Pengembangan Materi
Pengembangan Bahasa
1 Analisis keperluan
analisiss keperluar secara singkat dapat di kataka adalah suatu usaha untuk mencari dan
menggambarkan keperluan bahasa yang di milikiatau atau yang di inginkan oleh si pelajar dari sesuatu program.
Secara ringkas
analisis keperluuan ini di sebutkan oleh Dr. Sri Utari Nababan, bahawa analisis keperluan di tujukan untuk:
1.
Member
suatu mekanis me agar memperoleh suatu ajaran(range) yang cukup luas
mengenai masukan materi, desai dan penyebaran (disemination)suatu
program bahasa dengan melibatkan para pelajar, para guru, para administrator
dan para kepala (proyek) dalam proses perencanaan
2.
Mengindetifikasikan keperluan bahasa secara
umum , agar secara khusus dapat di makasukan identifikasi itu dalam
pengembangan tujuan dan pengembangan materi suatu program bahasa.
3.
Member data yang dapat dipakai sebagai dasar
atau acuan untuk mengevaluasi program bahasa.
Jadi
jelasnya analisis keperluan sebagai bahaan untuk menentukan tujuan
pengajaran bahan pengajar dan program lebih lanjut dalam analisis itu kita dapat;
Memperhatikan dan meneliti keperluan-keperluan
siswa;
Mengelompokan keperlua-keperluan itu
kedalam kategori(kelompok nyang bersamaan), 3. Berdasarkan hal tersebut dicoba
ditarik tujuan yang ingin dipakai dalam penbgajaran basa tersebut.4.
fasilitas-fasilitas apa yang di perlukan dalam melaksana kan pengajaran bahasa
untuk mencapai tujuan dirumuskan setelah dilaksanakan contoh rancangan program
analisis keperluan berbahasa yang seoerti yang dilakukan oleh mahasiswa
S.2 dalam penentukan program pengajaran
bahasa Indonesia pada perguruan tinggi non jurusan bahasa.
2. Analisis tujuan
tujuan suatu desai programa
suatu pengajaran bahasa dapat dirukuskan sebagai penyebab mahkemajuan dalam
kemahairan berbahasa kemahiran(language propiciency) ini meliputi.
a.
kemahiran
naluri(intutive) mengenai penggunakan
bentuk bahasa.
b.
Mengenai naluri mengenai penggunaan arti-arti linguaitik, kognitif, afmasukan
materi desain dan penyebaran.
3
c.
Mengindentektif, dan sosio budaya yang dapat
di ungkapkan melaluai bentuk-bentuk bahasa.
d.
Kemampuan(capaciy)
untuk memakai bahasa dengan fokus
maksimal pada komunikasi dan fokus minimal pada bentuk bentuk bahasa.
e.
Kereativitas pengunaan bahasa secara maksimal.
Fungsi pengajaran bahasa
sejalan dengan tujuan pengajaran bahasa, malahan dapat di ibaratkan sebagai mata uang yang sebelah isinya berisi
fungsi pengajaran dan isi lain menurut tujuan pengajaran bahasa. Fungi
pengajaran bahasa dan tujuan pengajaran bahasa bertitik tolak dari fungsi
bahasa itu sendiri. Olehkarena itu dapat dimengerti perumusan teori fungsi
pengajaran bahsa yang selalu dihbungkan dengan bahas.
Funngsi pengajaran bahasa
dalam rangka pendidikan nasional fungsi pengajaran bahasa adalah mengembangkan
dan meningkatkan mutu dan sumber daya manusia., dalam pengertian dan
pengembangkan dan pengertian dan meningkatkan kemampuan dan ketrerampilan
teknis bahasa dalam kaitannya dengan kecerdasan akan deminsinya dan kemampuan
komuniksinya serta sikapnya yang diperlulan bagi pembangunan nasional.
Tujuan pengajaran bahasa
Tujuan pengajaran bahasa indonesia ialah
membentuk manusia indonesia yang terampil dan mampu menggunakan bahasa indonesia sebagai
fungsinya, dan mempunyai sikap positif terhadap bahasa nasionalnya sesuai
dengan tutunai pembangunan.
3.
Analisis materi
materi pengajaran atau sering juga
disebut materi inturuksional dapat
dibuat berdasarkan pengalaman atau berdasarkan
pikiran (intuisi pengarang) dan tentunya juga dapat berdasarka nalisis
yang dilakukan terhadap materi yang pernah dilaksanakan atau belum berna
dilaksanakan.
3. syarat syarat pengembangan kurikulum
pengajaran bahasa
1 kognitifini tlah di telitidalam kaitanya dengan
pengajaran bahasa indonesia oleh badana pengembangan penelitian pendidkan dan
kebudayaan(BP3K).
Tentang
perkembangan kognitif
2 .
keterbacaan
Penelitian
keterbacaan tampaknya sejalan denganhasil seminar penulisan bahasa pengajaran
bahasa diyogyakarata pada tahun 1983. Hala-hal yang dapatdibicarakan daam
seminar itu, antara pemilihan bahasa
pelajaran yang bertumpuk pada kebutuhan bahasa, minat, usia, dan kemampuan
menalar siswa SD.
4
4.
perwadahan materi pengajaran bahasa
Perwadahan itu
sediri penting diperhatikan, karena
bagaimanapun baiknya naskah dirancang dana ditulis, jika wadahnya tidak baik ,
maka hasil yang di har
Pkan tidak munkin
tercapai.
5
Tidak ada komentar:
Posting Komentar