Translate

Senin, 17 Maret 2014

PENGEMBANGAN MATERI PENGAJARAN BAHASA FPS 626



PENGEMBANGAN  MATERI  PENGAJARAN BAHASA FPS  626
Prof.Dr. Bistok A. Siahaan
DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDKAN TINGGI
PROYEK PENGEMBANGAN LEMBAGA PENDIDIKAN TENAGA KEPENDIDIKAN
JAKARTA198
A.  PRINSIP-PRINSIP PERKEMBANGAN  KURI KULUM BAHASA
1.  Pengertian KuriKulum Bahasa.
Banyak definisi yang disebutkan  orang tentang   kurikulum. Berbagai depinisi itu mungkintimbulkarenna cakupan kurikulum itu sendiri memang luas dan mungkin sempit terjantung pada orang yang memandangnya. Karena aspek kurikulum juga  mungkin berbeda menurut aspek yang ditetapkan membuat definisi.
Kebudiasn pengertian kuri kulum juga berkembang dri bahasa pengalaman dan pengalaman iti di kelas dan juga di luar  kelas.Pengertian kurikulum dapat dilihat diri segi asal usul kata (bahasa)
Kurikulum berasal dari bahasa yunani kuno  Curriculum,  yang berasal dari kata curiryang artinya pelari ; dan Curere yang artinya tempat terpacu. Jadi Curriculum dapat diartikan jarak yang harus ditempuh oleh pelari. Dari makna yang berdasarkan rumusan tersebut, Kurikulum dalam pendidikan diartikan sebagai sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh dan diselesaikan anak didik untuk memperoleh ijasah. Kurikulum dalam bahasa latin mempunyai kata akar (curere) kata ini bermaksud ‘laluan’ atau ‘jejak’. Secara yang lebih luas pula maksudnya ialah ‘jurusan’ seperti dalam rangka kata jurusan peperangan’. Perkataan’kurikulum’ dalam bahasa inggris mengandung pengertian ‘jelmaan’ atau ‘metamorfosis’. Paduan makna kedua-dua bahasa ini menghasilkan makna bahwa perkataan kurikulum ‘ialah’ laluan dan satu peringkat ke satu peningkat.
Inilah sebabnya kuri kulum itu dapat didefinisikan deb=ngan berbagai kurikulum itu sendiri mengandung banyak aspek.
1
 Dan kurikulum itu juga mungkin tidak sama pengertian anatara satu  Negara dengan Negara lainya. Di Amerika serikat pengertian kuri kulum mungkin berbeda dengan pengertian kurikum kurikulum di inggiris pada waktu tertentu.                                                                                                                                                1             
                                               
Menmang pengertian kurikulum itu dapat meluas. Alince Miel malaham memperluas lagi pengertian kuri kulum dengan pendapatnya yang mengatakan bahawa kurikulum meliputi juga keadaan gedung, suasana sekolah, keinginan keyakina, pengetahun, kecakapan, dan sikaporang-orang yang meladeni diladeni sekolah yakin si anak didik, masyarakat dan para pendidik, di dalam juja termasuk penjaja sekolah juru tulis, juru rawat sekolah(tukang kebun),  dan pegawai sekolah yang ada hubunganya dengan siswa.
2. Hubungan antara Kurikulu, materi inturuksi
Buku ini tidak dimaksudkan untuk menjelaskan kepada pembaca pengenai pengertian kurikum atau khususnya kuri kulum bahasa. Tetapi seperti tersurat pada judul buku ini pada akhirnya yang diharapkan dari pembaca buku ini adalah kemampuan atau pengertian tentang bagaimana pengembangan materi tentang kurikulum dan komponenya dengan segalah permasalahanya, semata –mata di masukan di dalam buku ini dengan maksud supaya pembaca dapat melihat bahwa pengembangan materi pengajaran bahasa hendaknya di mulai dengan kuri kulum.

3. Tingkat-tingkat(tataran) pengembangan kuri kulum bahasa
Sebelum kurikulum sampai menjadi kuri kulu yang  pasti tentulah mengalami proses penyusunan. Misalnya, dibuat berdasarkan pengalaman pada suatu Negara tertentu atu mungkin suata kurikulum bahasa dibuat  berdasarkan kebutuhan atau keperluan sesuatu kelompok atau sesuatu badan.
Menurut takalah ada 5 level atau tingkat pengajaran bahasa yaitu  level(selanjutnya di sebut dengan tataran), yaitu tataran masyarakat yang menjawab motimotiv pengajaran bahasa, kenmudian tataran k eke dua, tentang system sekolah, infrastruktur, sedangkan tataran ke tiga, adalah tataran perkembangan bahasa yang bersifat ilmiah dan strategi pengajaran bahasa atau taktik pengajaran. Dan tataran kelima, adalah tataran system belajara bahasa. Dari tataran pertama yaitu tataan masyarakat kita lihat dirumuskan keperluan bahasa. Kemudian motiv-motiv belajara bahasa, pribadi, kondisi linguitik kerja sama dengan   dengan pengembangan bahasa internasional. Kemudian ini semua  merupakan perumusan dari politik kebahasaan.

4.   langka-langka  pengembangan kuri kulum bahasa                                                                           
Pada umumnya  pengembangan kuri kulum meliputi prinsip-prinsif dan prosedur-prosedur yang dipakai untu perencanaan , pengelolaaan dan evaluasi belajar bahasa.

2

B. PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN MATERI PENGAJARAN BAHASA.
1.  Langkah-langkah Tingkat Pengembangan Materi Pengembangan Bahasa
1  Analisis keperluan
analisiss keperluar secara singkat dapat di kataka  adalah suatu usaha untuk mencari dan menggambarkan keperluan bahasa yang di milikiatau  atau yang di inginkan oleh  si pelajar dari sesuatu program.
 Secara ringkas analisis keperluuan ini di sebutkan oleh Dr. Sri Utari Nababan,  bahawa analisis keperluan di tujukan untuk:
1.        Member suatu mekanis me agar memperoleh suatu ajaran(range) yang cukup luas mengenai  masukan materi,  desai dan penyebaran (disemination)suatu program bahasa dengan melibatkan para pelajar, para guru, para administrator dan para kepala (proyek) dalam proses perencanaan
2.        Mengindetifikasikan keperluan bahasa secara umum , agar secara khusus dapat di makasukan identifikasi itu dalam pengembangan tujuan dan pengembangan materi suatu program bahasa.
3.       Member data yang dapat dipakai sebagai dasar atau acuan untuk mengevaluasi program bahasa.
Jadi  jelasnya  analisis keperluan  sebagai bahaan untuk menentukan tujuan pengajaran bahan pengajar dan program lebih lanjut  dalam analisis itu kita dapat;
 Memperhatikan dan meneliti keperluan-keperluan siswa;
Mengelompokan keperlua-keperluan itu kedalam kategori(kelompok nyang bersamaan), 3. Berdasarkan hal tersebut dicoba ditarik tujuan yang ingin dipakai dalam penbgajaran basa tersebut.4. fasilitas-fasilitas apa yang di perlukan dalam melaksana kan pengajaran bahasa untuk mencapai tujuan dirumuskan setelah dilaksanakan contoh rancangan program analisis keperluan berbahasa yang seoerti yang dilakukan oleh mahasiswa S.2  dalam penentukan program pengajaran bahasa Indonesia pada perguruan tinggi non jurusan bahasa.

2. Analisis tujuan
tujuan suatu desai programa suatu pengajaran bahasa dapat dirukuskan sebagai penyebab mahkemajuan dalam kemahairan berbahasa kemahiran(language propiciency) ini meliputi.
a.       kemahiran naluri(intutive) mengenai  penggunakan bentuk bahasa.
b.       Mengenai naluri mengenai penggunaan  arti-arti linguaitik, kognitif, afmasukan materi desain dan penyebaran.

3
c.        Mengindentektif, dan sosio budaya yang dapat di ungkapkan melaluai bentuk-bentuk bahasa.
d.      Kemampuan(capaciy) untuk memakai bahasa  dengan fokus maksimal pada komunikasi dan fokus minimal pada bentuk bentuk bahasa.
e.      Kereativitas  pengunaan bahasa secara maksimal.
Fungsi pengajaran bahasa sejalan dengan tujuan pengajaran bahasa, malahan dapat di ibaratkan  sebagai mata uang yang sebelah isinya berisi fungsi pengajaran dan isi lain menurut tujuan pengajaran bahasa. Fungi pengajaran bahasa dan tujuan pengajaran bahasa bertitik tolak dari fungsi bahasa itu sendiri. Olehkarena itu dapat dimengerti perumusan teori fungsi pengajaran bahsa yang selalu dihbungkan dengan bahas.
Funngsi pengajaran bahasa dalam rangka pendidikan nasional fungsi pengajaran bahasa adalah mengembangkan dan meningkatkan mutu dan sumber daya manusia., dalam pengertian dan pengembangkan dan pengertian dan meningkatkan kemampuan dan ketrerampilan teknis bahasa dalam kaitannya dengan kecerdasan akan deminsinya dan kemampuan komuniksinya serta sikapnya yang diperlulan bagi pembangunan nasional.
Tujuan pengajaran bahasa
 Tujuan pengajaran bahasa indonesia ialah membentuk manusia indonesia yang terampil dan mampu  menggunakan bahasa indonesia sebagai fungsinya,  dan mempunyai sikap  positif terhadap bahasa nasionalnya sesuai dengan tutunai pembangunan.

3.      Analisis materi
materi pengajaran atau sering juga disebut  materi inturuksional dapat dibuat berdasarkan pengalaman atau berdasarkan  pikiran (intuisi pengarang) dan tentunya juga dapat berdasarka nalisis yang dilakukan terhadap materi yang pernah dilaksanakan atau belum berna dilaksanakan.

3.      syarat syarat pengembangan kurikulum pengajaran bahasa
1 kognitifini tlah di telitidalam kaitanya dengan pengajaran bahasa indonesia oleh badana pengembangan penelitian pendidkan dan kebudayaan(BP3K).
Tentang perkembangan kognitif
2 . keterbacaan
Penelitian keterbacaan tampaknya sejalan denganhasil seminar penulisan bahasa pengajaran bahasa diyogyakarata pada tahun 1983. Hala-hal yang dapatdibicarakan daam seminar itu, antara pemilihan  bahasa pelajaran yang bertumpuk pada kebutuhan bahasa, minat, usia, dan kemampuan menalar siswa SD.
4

4.        perwadahan materi pengajaran bahasa
Perwadahan itu sediri penting  diperhatikan, karena bagaimanapun baiknya naskah dirancang dana ditulis, jika wadahnya tidak baik , maka hasil yang di har
Pkan tidak munkin tercapai.




















5




Tidak ada komentar:

Posting Komentar