Translate

Senin, 17 Maret 2014

PENGERTIAN DAN KLASIFIKASI STRATEGI BELAJAR MENGAJAR BAHASA


Prof.Dr.Iskandarwassid, M.Pd.
Dr.H.dadang Sunendar, M.Hum
A.  PENGERTIAN DAN KLASIFIKASI STRATEGI BELAJAR MENGAJAR BAHASA

1.      Pengertia strategi
Trategi berasal dari kata yunani strategia yang berarti ilmu pengarang atau panglima perang. Berdasarkan pengertian ini, maka strategi adalah suatu seni merancang operasi didalam peperangan seperti acara-aca mengatur posisi atau siasat berperang,  angkatan darat atau lautan.
Menurut KBBI edisi kedua(1989) strategi adalah ilmu dan seni menggunakansemua sumberdaya bangsa-bangsa untuk melaksanakan  kebijaksanaan tertentudalam perang dan damai.
Dalam konteks pengajaran, menurut Gagne(1974) strategi adalah kemampuan internal seseorang untuk berpikir, memecahkan masalah dan mengambil keputusan.
2.        Pengertian  belajar
Kata belajar berarti berusaha memper oleh kepandaian atau ilmu(KBBI1989).
 Dalam bahasa sederhana kata belajardi maknai sebagai menuju ke arah yang lebih baik dengan cara sistematik.kata belajar berartiproses perubahan tingkahlaku pada peserta didik akibat adanyainteraksi adanya individu dan lingkungannya melalui  pengalaman dan latihan.

3.       Pengertian  strategi belajar
Tsra tegi belajar dan tipe belajar merupakan bidanggarapan yang kini banyak menarik minat para pengkaji pembelajaran bahasa kedua.  Strategi belajar dippresepsi dan diartikan berbeda-beda.

1
Dengan demikian strategi pembelajaran sifatnya sangat   personal berbeda-beda dari individu lainya karena merupakan prses mental yang tidak tampak. Pengertian strategi pembelajaran yang agak beda dengan pendapatMunjiono dikemukakan oleh Zaini  dan Bahri(2003): strategi pembelajaran mempunyai pengertian suatu garis-garis besar aluan untuk bertindak dalam usaha mencapaisasaran yang telah ditentukan.

4.         Pengelolahan strategi belajar
Strategi belajar  menurut Huda(1999) dapat digolongkan atas beberapa cara. Pertama, strategi belajar dapat digolongkan atas strategi stratergi utama dan pendukung, atau strategi langsung dan strategi tidak langsung.
5.          Strategi metagkognitif dan sosio afektif
Pada dekade 1980-an O’Maiiey, Chomot,  dan rekan-rekan sejawatnya mengkaji penggunakan bergabai strategi oleh pembelajar bahasa inggris sebagai bahasa kedua di amerika serikat. Mereka membagai strateginya kedalam tiga kategori utama yaiitu
1)         Strategi metakognitif
2)         Strategi kognitif
3)         Strategi  sosio efektif
Strategi metakognitif merujuk  kepada teori pemerosesan informasi yang menujukan “pelaksanaan” fungsi yaitu strategi yang melibatkan perencanaan pembelajaran, perenungan proses pembelajaran pada s pembelajaran pat pelaksanan   fungsi berlangsing monitor pemahaman dan produk bahasanya sendiri, sdan mengevaluasi pembelajaran setelah penyelesaikan suatu aktivitas.

6.      Menurut  Oxford yang termasuk kedalam strayegi metakognitif yaitu
1)         Memprioritaskan kegiatan belajar
2)         Mengatur dan merencanakan kegiatan belajar
3)          merencanakan kegiatan belajar dan
4)         melakukan evaluasi kegiatan  belajar.
2
Sedangkan menurut  Subiyantoro(I 2004)  srtategi meta kognitif  berhubungan dengan pikiran peserta didik tentang berpikir mereka sendiri dan mereka dan  kemampuan menggunakan strategi belajar.
7.          Klasifikasi strategi pembelajar
Kelasifikasi strategi pembelajaran adalah pengelompokan strategi pembelajaran berdasarkan segi-segi yang  sejenis  yang terdapat dalam setiap strategi pembelajaran.
Komponen-komponen yang terdapat dalam proses pembelajaran yang dikemukan oleh Gulo(2002)
a.         Tujuan pengajara
 Dalam pembelajaran dikenal dengan dua macam tujuan pengajaran,  yaitu tujuan intruk sional(instructional effect) dan tujuan iringan (nurturant effect) tujuan intruksional dinyatakan secara eksplisit dalam GBPP( Garis-gari Besar Program Pengajaran) sedangkan tujuan iringan tidak teddapat dalam GBPP, tetepi bergantung pada pengajaran dalam merancang strategi pembelajaran.
b.         Pengajara
Setiap pengajar dituntut untuk dikusai berbai kemampauan sebagi pengajar yang profesional dalam bidangnya.
c.          Peserta didik
Hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih dan menentukan strategi pembelajaran yang tepat  adalah peserta  didik.
d.         Materi pelajaran
Komponen ini merupakan salah satu masukan yang harus dipertimbangkan dalam memilih stratergi pembelajaran.
Materi pembelajara dapat dibedakan menjadi dua yaitu Materi formal dan materi informal. Materi formal adalah isi pelajaran yang terdapat dalam buku teks resmi di sekolah sedangkan materi informal adalah bahan-bahan pelajaran yang bersumberdari lingkungan sekolah yang bersangkutan.
e.          Metode pengajaran
Adanya berbagai metode pengajaran perlu dipertimbang dalam strategi pembelajaran. Ini perlu karna pemakaian suatu metode akan mempengaruhi bentuk strategi .
3
f.          media pembelajaran.
Dewasa ini tersedia bermacam-macam berbagai media pengajaran,  mulai dari yang tradisional sampai yang paling  cangki, seperti peralatan laboratorium yang modern, komputer, LCD,  dan lain-lain.
g.         Faktor Administrasi dan  Finalis
Foktor-fator  yang tidak boleh diabaikan dalam pemilihan strategi pembelajaran adalah segi admistrasi dan finalis, seperti jadwal pelajaran kondisi gedung dan ruang belajar.


8.         Jenis strategi pembelajaranh
Stratergi pembelajaran merupakan kegiatan yang di pilih oleh seorang pwngajar atau dosen dalam  proses pembelajaran  yang dapat membantu dan mahkan peserta didik  kearah tercapainya tujuan pengajaran  tertentu.
Jenis-jenis strategi pembelajaran.
a.         Strategi pembelalajaran berdasarkan penekanan Komponen dalam program pengajaran
 Strategi pembelajaran yang Berpusat pada pengajar
Yaitu strategi yang paling tua, disebut juga strategi pembelajaran tradisional.
1.         Strategi pembelajaran yang Berpusa  pada peserta didik
Tujuan mengajar adalah membelajarkan peserta didik.
2.         Strategi pembelajaran yang Berpusa pada materi pembelajaran
materi pembelajaran dapat dibedakan menjadi dua yaitu materi fornal dan materi informal.meteri formal adalah isi pelajaran yang terdapat  dalam buku-bku teks resmi disekolah sedangkan materi informal ialah bahan –bahan pelajaran  yang bersumber dari lingkungan sekolah yang bersang pembelajaran yang bersangkutan. Bahan bahan yang bersifat inu formal  ini dibutuhkan agar pengajaran lebih relevan dan aktual atau bedasarkan situasi nyata.

b.         Strategi berdasarkan pendekatan kegiakutantan pengelolahan pesan atau materi

4
Berdasarkan kegiatan pengolahan pesan atau materi, maka strategi pembelajaran dapat dibedakan dalam dua jenis,yaitu strategi pembelajaran ekspositoris dan strategi belajar mengajara heuristik atau kurioristik.
1.         strategi pembelajaran ekspositoris
strategi pembelajaran ekspositoris merupakan strategi berbentuk penguraian, baik bahan tertulis maupun penjelasan atau penyajian verbal
2.         strategi belajar mengajara heuristik atau kurioristik.
strategi belajar mengajara heuristik atau kurioristik strategi ini menyi sati agar aspek komponen-komponen pembentuk sistem intruksional mengarah pada pengaktifan peserta didik mencari dan menemukan sendiri fakta, prinsif, dan konsep ya ng mereka butuhkan.

c.          Strategi berdasarkan berdasarkan pengelolahanpesan atu materi

Strategi berdasarkan berdasarkan  cara pengelolahan atau memproses pesan atau materi yang dapat di bedakan dalam dua jenis yaitu strategi pembelajaran deduksi  dan strategi pembelajaran induksi
1.         strategi pembelajaran deduktif
strategi pembelajaran deduksi  pesan  diolah melaluai  hal umum menuju kepada hal khusus, dari konsep-konsep abtrak kepada contoh-contoh yang konkrit dari sebuah primis menuju ke kesimpulan yang logis.
2.         strategi pembelajaran induksi
strategi pembelajaran induktif adalah pengelolahan pesan yang dimulai dari hal-hal yang khusus dari pristiwa-pristiwa yang bersfat individual menuju generalisasi, dari pengalaman empris yang individual menuju konsep yang bersifat umum.

d.         Strategi Pembelajaran  Berdasarkan Cara Memproses Penemuan
Strategi Pembelajaran  Berdasarkan Cara Memproses Penemuan, strategi  pembelajaran dibedakan  dibedakan atas strategi  pembelajara  ekpositoris dan strategi  penemuan(discovery)

5



1.         strategi  pembelajara  ekpositoris
strategi  pembelajara  ekpositoris  adalah pengajaran secara tuntas pesan materi sebelum disampaikn dikelas.
2.         strategi  pembeljaran penemuan
adalah proses mental didik yang mampu mengasimilasikan sebuah konsep atau prinsip

B. Pendekatan dan Metodologi Pembelajaran Bahasa

1.         Pendekatan

Pendekatan rasionalis dikenal juga sebagai aliran mentalis yang dipelopori oleh Chomsky.
Asumsi-asumsi tentang bahasa , proses belajar dan mengajar  bahasa yang dianut oleh pengikut  aliran ini  adalah
a.          Manusia adalah satu-satunya yang dapat belajar bahasa.
b.          Bahasa yang  hidup adalah bahasa yang dapat digunakan  dalam berpikir.
c.           Bahasa yang hidup ditandai oleh  kreativitas yang dituntut oleh aturan-aturan t dimana ama bahasa.
d.       Aturan-aturan tatabahasa  bertalian dengan tinkah laku kejiwaan. 
                          
Menurut Semi(1993)
Berkenan dengan pendekatan dan metodologi pengajaran dan beberapa   ahli
 Pembelajaran bahasa lain.


6
a.          Pendekatan formal
Semi (1993) menyatakan bahwa penekatan pendekatan formal dalam pembelajaran bahasa.n
§   Pendekatan formal dipakai dalam dua metode pembelajaran  bahas,  yaitu metode penerjemahan bahasa dan metode membaca. Metode terjemahaan tatabahasa mengutamakan pemberian pola-pola tatabahasa dengan menerjemahkan  contoh-contoh pemakaianya.
·            Metode membca . metode ini menggunakan  bahasa tulis sebagai sarana belajarbahasa sehingga analisis  dilakukan melalui teks bacaan yang akhirnya bisa menimbulkan bosanan.

b.          pendekatan Fungsional
Menurut Semi (1993) pendekatan ini menyaankan apabilah mempelajari bahasa sebaiknya melakukan kontak latah tangsung dengan masyarakat atau orang yangmenggunakan bahasa itu. Lebih jauh mengutarakan bahwa pendekatan ini memunculkan kkontak langsung memunculkan berbagai metode pembelajaran, antara lain metode lansung, metode pembatasan,  metode intensif, metode audio visual,  metode linguistik.

ü  metode pembelajaran
pengajaran bahasa yang langsung menggunakan bahasa  tersebut tanpa melakukan terjemahan dan  tanpa mempersoalkan kaidah-kaidah tatabahasa.

ü  metode pembatasann
pengajaran bahasa dengan jalan mengunakan langsung bahasa sedang dipelajari itu,  tetapi dengan seleksi kosakata dan seleksi tatabahasa; yang tekanan adalah unsur-unsur bahasa yang penting.
ü  Metode intensif
Metode pembelajaranj ini digunakan untuk jumlah peserta didik yang terbatas sehing tubian(drill) dan pengulangan pengucapan kalimat lebih sering, dan perbaikan ucapan dapat dilakukan segera.


7

ü  metode audio visual
metode audio visual mengajarakan bahasa dengan memanfaatkan alat-alat pandang dengar,  seperti vedeo kartu, tape-recorder,  program televisi, sehingga pengajaran lebih hidup dan menarik.
ü  metode linguistik.
metode linguistik. Ialah pengajaran bahasa yang mempertimbangkan segi-segi obyektif dan subjektif dengan tahapan-tahapan belajar yang jelas.

3.      Pendekatan intgral
Menurut Semi(1993) pendekatan integral menganut pengertian bahawa pengajaran bahasa harus merupakan sesuatu yang multidimensional. Artinya banyak faktor yang harus dipertimbangkan dalam pengajaran.
4.      Pendekatan sosiolinguistik

Pendekatan pengajaran bahasa yang memanfaatkan hasil studi sosiolinguistik adalah pedekatan sosio linguistik.
5.      Pendekatan Psikologi
Semi (1993) mengemukakan bahwa pendekatan psikologi bahasa berkaitan dengan ilmu yang menelaah bagagai mana peserta didik sebagai individu yang kompleks.
ü  Teori Behaviorisme. Segala tingkah laku atau kegiatan seseorang merupakan respon trhadap adanya sitimulus.
ü  Teori Gestal. Teori ini beganggapan bahwa setiap individu mempunyai kaji mendalam.
ü  Teori kognitif.  Menuru teori kognitif segala aktivitas manusia yang dilakukan dengan sadar bersumberpada otak dan digerakan oleh kognitif yang meliputi segala aspek kegiatan, mulai dari menyadari adanya masalah,  mengumpulkan informasih atau data,  mengambil simpulan,  mengevaluasi simpulan,  sampai kepada  strategi untuk  mencpai tujuan

                                                                                                                                                            8

6.      Pendekatan psiko linguisik
Semi(1993) menguraikan bahwa pendekatan ini bertumpu  pada pemikiran tentang bagai mana proses yang terjadi dalam benak-anak mulai belajar bahasa,  serta bagai mana pula perkembangannya. Pandangan nya ini ditandao oleh dua ciri pokok,  fsikalisme dan diterminisme.

ü  Fsikalisme: semua alam benak manusia dapat dirumuskan  sebagai  pernyataan tentang kondisi badan orang tersebut dan tingkalah lakunya (behavioris) yang dapat diamati,  dan karena itu dapat  dimasukan kedalam wilayah  hukum fisika (physical law ).

ü  Diterminisme : semua gegala  yang ada dapat dikembalikan kepada hukum sebaba akibat yaitu bahwa sebuah gegala ditentukan oleh jalan lain.
7.      Pendekatan behavioristik
Pendekatan ini dipelopori oleh Skiner pada sekitar tahun 1957. Pringgawidagda(2002)mengetegahkan bahwa pendekatan behavioristik dapat dikendalikan dari luar, yaitu denga sitimulus respon. Lingkungan memberi sitimulus atas rangsangan, sedangkan pembelajaran memberikan respon.
8.      Pendekatan Pengelolaan Kelas
ü  Pedekatan otoriter
Padangan yang otoriter dalam pengelolahan kelas merupakan proses belajar untuk menciptakan dan mempertahan kan ketertiban suasana kelas; keributan yang ditimbulkan oleh peserta didik,  ketidak disiplinan dan gangguan belajar lainya.
ü  Pendekatan Perimitif
Pendekatan peremitif  dalam pengelolahan kelas merupakan serangkaian kegiatan pengajar yang mengoptimalkan kebebasan pembelajaran untuk melakukan sesuatau.
ü  Pendekatan pengubahan Perilaku
Pendekatan  berdasarkan pada teori bahwa semua perilaku pembelajara, baik yang dikuasai  maupun yang tidak dikuasai  adalah hasil belajar.

                                                                                                                                            9

ü  Pendekatan Iklim sosial ekonomi
Pendekatan ini berpandangan bahwa pengelolaan kelas yang efektif  merupakan fungsi dari hubungan yang baik antara pengajar dengan peserta didik antara peserta didik  lainya.
ü  Pendekatan Proses Kelompok
Pendekatan kelompok ini berdkan atas prinsip-prinsip sosial dalam psikologi dan dinamika kelompok.  Anggaran dasar pengelolaan kelas ini  didasarkan pada dua segi:
1)      kegiatan pembelajaran di sekolah berlangsung dalam suatu  kelompok tertentu;
2)      Kelas adalah suatu sisstemsosial yang memiliki cici-ciri sebagaimana dimiliki oleh sistem sosial lainya.
9.      Pedekatan Komunikatif
Pendekatan ini cukup populer dalam pengajaran bahasa adalah pendekatan komunikatif.
Pedekatan   komunikatif ciri-ciri sebagai berikut:
ü  Acuan berpijak adalah kebutuhan peserta didik dan fungsi bahasa;
ü  Tujuan belajar bahasa adalah membimbing peserta didik agar mampu berkomunikasi dalam situasi yang sebenarnya;
ü  Selabus pengajaran harus ditata sesuai dengan fungsi pemakaian bahasa;
ü  Peranan tatabahasa dalam pengajaran bahasa tetap diakui
ü  Tujuan utama adalah komunikasi yang bertujuan;
ü  Peran pengajar sebagai pengeloilaan kelas dan pembimbing peserta didik dalam berkomunikasi diperluas.

2.   Metode
metode  adalah cara kerja yang sistem untuk memudahkan pelaksanakansuataukegiata
kegiatan  mencapai tujuan yang ditentukan (KBB 1959)


                                                                                                                        10
Metode pembelajaran yang dapat diterapkan dalam pembelajaran bahasa.
Metode terjemahaan Tatabahasa.

a.       Metode membaca
b.      Metode audio Lingual
c.       Metode Reseftif
d.      Metode langsungt
e.       Metode komunikatif
f.       Metode intergratif
g.       Metode tematik
h.      Metode kuantum
i.        Metode kontruktivistik
j.         Metode partisipatori
k.      Metode kontekstual
l.        Metode pembelajaran bahasa
m.    Metode respon Fisik Total
n.      Metode cara diam
o.      Metode sugestopedia
3.      Teknik 
Teknik adalah cara sistematik mengerjakan sesuata(KBBI 1995)
Teknik merupakan suatu kiat, siasat, atau  penemuan yang digunakan untuk menyelesaikan serta menyempunakan sesuatu tujuan langsung.
4.      Teknik penyaji pelajaran
Ada beberapa kompotensi yang harus dimiliki oleh seorang pengajar, diantaranya adalah pemahaan dan penguahaan teknik pengajian mengajar.
Macam-macam penyajian adalah teknik penyajian didskusi, kerja kelompok,  penemuan, simulasi, unit teaching, sumbang saran, inquiry, eksperimen, demonstrasi, karya wisata, keja lapangan, cara khusus, cara sistem, regu, latihan tubian dan ceramah.



                                                                                                                        11

Tidak ada komentar:

Posting Komentar