Prof.Dr.Iskandarwassid, M.Pd.
Dr.H.dadang Sunendar, M.Hum
A.
PENGERTIAN DAN KLASIFIKASI STRATEGI BELAJAR MENGAJAR
BAHASA
1.
Pengertia
strategi
Trategi berasal
dari kata yunani strategia yang berarti ilmu pengarang atau panglima perang.
Berdasarkan pengertian ini, maka strategi adalah suatu seni merancang operasi
didalam peperangan seperti acara-aca mengatur posisi atau siasat
berperang, angkatan darat atau lautan.
Menurut KBBI
edisi kedua(1989) strategi adalah ilmu dan seni menggunakansemua sumberdaya
bangsa-bangsa untuk melaksanakan
kebijaksanaan tertentudalam perang dan damai.
Dalam konteks
pengajaran, menurut Gagne(1974) strategi adalah kemampuan internal seseorang
untuk berpikir, memecahkan masalah dan mengambil keputusan.
2.
Pengertian belajar
Kata belajar
berarti berusaha memper oleh kepandaian atau ilmu(KBBI1989).
Dalam bahasa sederhana kata belajardi maknai
sebagai menuju ke arah yang lebih baik dengan cara sistematik.kata belajar
berartiproses perubahan tingkahlaku pada peserta didik akibat adanyainteraksi
adanya individu dan lingkungannya melalui
pengalaman dan latihan.
3.
Pengertian
strategi belajar
Tsra tegi
belajar dan tipe belajar merupakan bidanggarapan yang kini banyak menarik minat
para pengkaji pembelajaran bahasa kedua.
Strategi belajar dippresepsi dan diartikan berbeda-beda.
1
Dengan demikian
strategi pembelajaran sifatnya sangat
personal berbeda-beda dari individu lainya karena merupakan prses mental
yang tidak tampak. Pengertian strategi pembelajaran yang agak beda dengan
pendapatMunjiono dikemukakan oleh Zaini
dan Bahri(2003): strategi pembelajaran mempunyai pengertian suatu
garis-garis besar aluan untuk bertindak dalam usaha mencapaisasaran yang telah
ditentukan.
4.
Pengelolahan
strategi belajar
Strategi belajar menurut Huda(1999)
dapat digolongkan atas beberapa cara. Pertama, strategi belajar dapat
digolongkan atas strategi stratergi utama dan pendukung, atau strategi langsung
dan strategi tidak langsung.
5.
Strategi metagkognitif dan sosio afektif
Pada dekade
1980-an O’Maiiey, Chomot, dan
rekan-rekan sejawatnya mengkaji penggunakan bergabai strategi oleh pembelajar
bahasa inggris sebagai bahasa kedua di amerika serikat. Mereka membagai
strateginya kedalam tiga kategori utama yaiitu
1)
Strategi
metakognitif
2)
Strategi
kognitif
3)
Strategi sosio efektif
Strategi
metakognitif merujuk kepada teori
pemerosesan informasi yang menujukan “pelaksanaan” fungsi yaitu strategi yang
melibatkan perencanaan pembelajaran, perenungan proses pembelajaran pada s
pembelajaran pat pelaksanan fungsi
berlangsing monitor pemahaman dan produk bahasanya sendiri, sdan mengevaluasi
pembelajaran setelah penyelesaikan suatu aktivitas.
6.
Menurut Oxford yang termasuk kedalam strayegi
metakognitif yaitu
1)
Memprioritaskan
kegiatan belajar
2)
Mengatur
dan merencanakan kegiatan belajar
3)
merencanakan kegiatan belajar dan
4)
melakukan
evaluasi kegiatan belajar.
2
Sedangkan menurut
Subiyantoro(I 2004) srtategi meta
kognitif berhubungan dengan pikiran
peserta didik tentang berpikir mereka sendiri dan mereka dan kemampuan menggunakan strategi belajar.
7.
Klasifikasi strategi pembelajar
Kelasifikasi
strategi pembelajaran adalah pengelompokan strategi pembelajaran berdasarkan
segi-segi yang sejenis yang terdapat dalam setiap strategi
pembelajaran.
Komponen-komponen
yang terdapat dalam proses pembelajaran yang dikemukan oleh Gulo(2002)
a.
Tujuan
pengajara
Dalam pembelajaran dikenal dengan dua macam
tujuan pengajaran, yaitu tujuan intruk
sional(instructional effect) dan tujuan iringan (nurturant effect) tujuan
intruksional dinyatakan secara eksplisit dalam GBPP( Garis-gari Besar Program
Pengajaran) sedangkan tujuan iringan tidak teddapat dalam GBPP, tetepi
bergantung pada pengajaran dalam merancang strategi pembelajaran.
b.
Pengajara
Setiap pengajar
dituntut untuk dikusai berbai kemampauan sebagi pengajar yang profesional dalam
bidangnya.
c.
Peserta
didik
Hal yang perlu
dipertimbangkan dalam memilih dan menentukan strategi pembelajaran yang
tepat adalah peserta didik.
d.
Materi
pelajaran
Komponen ini
merupakan salah satu masukan yang harus dipertimbangkan dalam memilih stratergi
pembelajaran.
Materi
pembelajara dapat dibedakan menjadi dua yaitu Materi formal dan materi
informal. Materi formal adalah isi pelajaran yang terdapat dalam buku teks
resmi di sekolah sedangkan materi informal adalah bahan-bahan pelajaran yang
bersumberdari lingkungan sekolah yang bersangkutan.
e.
Metode
pengajaran
Adanya berbagai
metode pengajaran perlu dipertimbang dalam strategi pembelajaran. Ini perlu
karna pemakaian suatu metode akan mempengaruhi bentuk strategi .
3
f.
media
pembelajaran.
Dewasa ini
tersedia bermacam-macam berbagai media pengajaran, mulai dari yang tradisional sampai yang
paling cangki, seperti peralatan
laboratorium yang modern, komputer, LCD,
dan lain-lain.
g.
Faktor
Administrasi dan Finalis
Foktor-fator yang tidak boleh diabaikan dalam pemilihan
strategi pembelajaran adalah segi admistrasi dan finalis, seperti jadwal
pelajaran kondisi gedung dan ruang belajar.
8.
Jenis
strategi pembelajaranh
Stratergi
pembelajaran merupakan kegiatan yang di pilih oleh seorang pwngajar atau dosen
dalam proses pembelajaran yang dapat membantu dan mahkan peserta
didik kearah tercapainya tujuan
pengajaran tertentu.
Jenis-jenis
strategi pembelajaran.
a.
Strategi
pembelalajaran berdasarkan penekanan Komponen dalam program pengajaran
Strategi pembelajaran yang Berpusat pada
pengajar
Yaitu strategi
yang paling tua, disebut juga strategi pembelajaran tradisional.
1.
Strategi
pembelajaran yang Berpusa pada peserta
didik
Tujuan mengajar
adalah membelajarkan peserta didik.
2.
Strategi
pembelajaran yang Berpusa pada materi pembelajaran
materi pembelajaran
dapat dibedakan menjadi dua yaitu materi fornal dan materi informal.meteri formal
adalah isi pelajaran yang terdapat dalam
buku-bku teks resmi disekolah sedangkan materi informal ialah bahan –bahan
pelajaran yang bersumber dari lingkungan
sekolah yang bersang pembelajaran yang bersangkutan. Bahan bahan yang bersifat
inu formal ini dibutuhkan agar
pengajaran lebih relevan dan aktual atau bedasarkan situasi nyata.
b.
Strategi
berdasarkan pendekatan kegiakutantan pengelolahan pesan atau materi
4
Berdasarkan kegiatan pengolahan pesan atau materi, maka strategi
pembelajaran dapat dibedakan dalam dua jenis,yaitu strategi pembelajaran
ekspositoris dan strategi belajar mengajara heuristik atau kurioristik.
1.
strategi
pembelajaran ekspositoris
strategi pembelajaran
ekspositoris merupakan strategi berbentuk penguraian, baik bahan tertulis
maupun penjelasan atau penyajian verbal
2.
strategi
belajar mengajara heuristik atau kurioristik.
strategi
belajar mengajara heuristik atau kurioristik strategi ini menyi sati agar aspek
komponen-komponen pembentuk sistem intruksional mengarah pada pengaktifan
peserta didik mencari dan menemukan sendiri fakta, prinsif, dan konsep ya ng
mereka butuhkan.
c.
Strategi
berdasarkan berdasarkan pengelolahanpesan atu materi
Strategi berdasarkan berdasarkan
cara pengelolahan atau memproses pesan atau materi yang dapat di bedakan
dalam dua jenis yaitu strategi pembelajaran deduksi dan strategi pembelajaran induksi
1.
strategi
pembelajaran deduktif
strategi
pembelajaran deduksi pesan diolah melaluai hal umum menuju kepada hal khusus, dari
konsep-konsep abtrak kepada contoh-contoh yang konkrit dari sebuah primis
menuju ke kesimpulan yang logis.
2.
strategi
pembelajaran induksi
strategi
pembelajaran induktif adalah pengelolahan pesan yang dimulai dari hal-hal yang
khusus dari pristiwa-pristiwa yang bersfat individual menuju generalisasi, dari
pengalaman empris yang individual menuju konsep yang bersifat umum.
d.
Strategi
Pembelajaran Berdasarkan Cara Memproses
Penemuan
Strategi
Pembelajaran Berdasarkan Cara Memproses
Penemuan, strategi pembelajaran
dibedakan dibedakan atas strategi pembelajara
ekpositoris dan strategi penemuan(discovery)
5
1.
strategi pembelajara
ekpositoris
strategi pembelajara
ekpositoris adalah pengajaran
secara tuntas pesan materi sebelum disampaikn dikelas.
2.
strategi pembeljaran penemuan
adalah proses
mental didik yang mampu mengasimilasikan sebuah konsep atau prinsip
B. Pendekatan
dan Metodologi Pembelajaran Bahasa
1.
Pendekatan
Pendekatan
rasionalis dikenal juga sebagai aliran mentalis yang dipelopori oleh Chomsky.
Asumsi-asumsi
tentang bahasa , proses belajar dan mengajar
bahasa yang dianut oleh pengikut
aliran ini adalah
a.
Manusia
adalah satu-satunya yang dapat belajar bahasa.
b.
Bahasa yang
hidup adalah bahasa yang dapat digunakan
dalam berpikir.
c.
Bahasa yang hidup ditandai oleh kreativitas yang dituntut oleh aturan-aturan
t dimana ama bahasa.
d.
Aturan-aturan tatabahasa bertalian dengan tinkah laku kejiwaan.
Menurut Semi(1993)
Berkenan dengan
pendekatan dan metodologi pengajaran dan beberapa ahli
Pembelajaran bahasa lain.
6
a.
Pendekatan
formal
Semi (1993)
menyatakan bahwa penekatan pendekatan formal dalam pembelajaran bahasa.n
§
Pendekatan
formal dipakai dalam dua metode pembelajaran
bahas, yaitu metode penerjemahan
bahasa dan metode membaca. Metode terjemahaan tatabahasa mengutamakan pemberian
pola-pola tatabahasa dengan menerjemahkan
contoh-contoh pemakaianya.
·
Metode
membca . metode ini menggunakan bahasa
tulis sebagai sarana belajarbahasa sehingga analisis dilakukan melalui teks bacaan yang akhirnya
bisa menimbulkan bosanan.
b.
pendekatan Fungsional
Menurut Semi
(1993) pendekatan ini menyaankan apabilah mempelajari bahasa sebaiknya
melakukan kontak latah tangsung dengan masyarakat atau orang yangmenggunakan
bahasa itu. Lebih jauh mengutarakan bahwa pendekatan ini memunculkan kkontak
langsung memunculkan berbagai metode pembelajaran, antara lain metode lansung,
metode pembatasan, metode intensif,
metode audio visual, metode linguistik.
ü
metode
pembelajaran
pengajaran
bahasa yang langsung menggunakan bahasa
tersebut tanpa melakukan terjemahan dan
tanpa mempersoalkan kaidah-kaidah tatabahasa.
ü
metode
pembatasann
pengajaran
bahasa dengan jalan mengunakan langsung bahasa sedang dipelajari itu, tetapi dengan seleksi kosakata dan seleksi
tatabahasa; yang tekanan adalah unsur-unsur bahasa yang penting.
ü
Metode
intensif
Metode
pembelajaranj ini digunakan untuk jumlah peserta didik yang terbatas sehing
tubian(drill) dan pengulangan pengucapan kalimat lebih sering, dan perbaikan
ucapan dapat dilakukan segera.
7
ü
metode
audio visual
metode audio
visual mengajarakan bahasa dengan memanfaatkan alat-alat pandang dengar, seperti vedeo kartu, tape-recorder, program televisi, sehingga pengajaran lebih
hidup dan menarik.
ü metode linguistik.
metode
linguistik. Ialah pengajaran bahasa yang mempertimbangkan segi-segi obyektif
dan subjektif dengan tahapan-tahapan belajar yang jelas.
3.
Pendekatan
intgral
Menurut
Semi(1993) pendekatan integral menganut pengertian bahawa pengajaran bahasa
harus merupakan sesuatu yang multidimensional. Artinya banyak faktor yang harus
dipertimbangkan dalam pengajaran.
4.
Pendekatan
sosiolinguistik
Pendekatan pengajaran bahasa yang memanfaatkan hasil studi
sosiolinguistik adalah pedekatan sosio linguistik.
5.
Pendekatan
Psikologi
Semi
(1993) mengemukakan bahwa pendekatan psikologi bahasa berkaitan dengan ilmu
yang menelaah bagagai mana peserta didik sebagai individu yang kompleks.
ü
Teori
Behaviorisme. Segala tingkah laku atau kegiatan seseorang merupakan respon
trhadap adanya sitimulus.
ü
Teori
Gestal. Teori ini beganggapan bahwa setiap individu mempunyai kaji mendalam.
ü
Teori
kognitif. Menuru teori kognitif segala
aktivitas manusia yang dilakukan dengan sadar bersumberpada otak dan digerakan
oleh kognitif yang meliputi segala aspek kegiatan, mulai dari menyadari adanya
masalah, mengumpulkan informasih atau
data, mengambil simpulan, mengevaluasi simpulan, sampai kepada strategi untuk
mencpai tujuan
8
6.
Pendekatan
psiko linguisik
Semi(1993)
menguraikan bahwa pendekatan ini bertumpu
pada pemikiran tentang bagai mana proses yang terjadi dalam benak-anak
mulai belajar bahasa, serta bagai mana
pula perkembangannya. Pandangan nya ini ditandao oleh dua ciri pokok, fsikalisme dan diterminisme.
ü
Fsikalisme:
semua alam benak manusia dapat dirumuskan
sebagai pernyataan tentang
kondisi badan orang tersebut dan tingkalah lakunya (behavioris) yang dapat
diamati, dan karena itu dapat dimasukan kedalam wilayah hukum fisika (physical law ).
ü
Diterminisme
: semua gegala yang ada dapat
dikembalikan kepada hukum sebaba akibat yaitu bahwa sebuah gegala ditentukan
oleh jalan lain.
7.
Pendekatan
behavioristik
Pendekatan
ini dipelopori oleh Skiner pada sekitar tahun 1957.
Pringgawidagda(2002)mengetegahkan bahwa pendekatan behavioristik dapat
dikendalikan dari luar, yaitu denga sitimulus respon. Lingkungan memberi
sitimulus atas rangsangan, sedangkan pembelajaran memberikan respon.
8.
Pendekatan
Pengelolaan Kelas
ü
Pedekatan
otoriter
Padangan
yang otoriter dalam pengelolahan kelas merupakan proses belajar untuk
menciptakan dan mempertahan kan ketertiban suasana kelas; keributan yang
ditimbulkan oleh peserta didik, ketidak
disiplinan dan gangguan belajar lainya.
ü Pendekatan Perimitif
Pendekatan peremitif dalam
pengelolahan kelas merupakan serangkaian kegiatan pengajar yang mengoptimalkan
kebebasan pembelajaran untuk melakukan sesuatau.
ü Pendekatan pengubahan Perilaku
Pendekatan berdasarkan pada teori bahwa semua perilaku
pembelajara, baik yang dikuasai maupun
yang tidak dikuasai adalah hasil
belajar.
9
ü Pendekatan Iklim sosial ekonomi
Pendekatan
ini berpandangan bahwa pengelolaan kelas yang efektif merupakan fungsi dari hubungan yang baik
antara pengajar dengan peserta didik antara peserta didik lainya.
ü Pendekatan Proses Kelompok
Pendekatan
kelompok ini berdkan atas prinsip-prinsip sosial dalam psikologi dan dinamika
kelompok. Anggaran dasar pengelolaan
kelas ini didasarkan pada dua segi:
1)
kegiatan
pembelajaran di sekolah berlangsung dalam suatu
kelompok tertentu;
2)
Kelas
adalah suatu sisstemsosial yang memiliki cici-ciri sebagaimana dimiliki oleh
sistem sosial lainya.
9.
Pedekatan
Komunikatif
Pendekatan
ini cukup populer dalam pengajaran bahasa adalah pendekatan komunikatif.
Pedekatan komunikatif ciri-ciri sebagai berikut:
ü
Acuan
berpijak adalah kebutuhan peserta didik dan fungsi bahasa;
ü
Tujuan
belajar bahasa adalah membimbing peserta didik agar mampu berkomunikasi dalam
situasi yang sebenarnya;
ü
Selabus
pengajaran harus ditata sesuai dengan fungsi pemakaian bahasa;
ü
Peranan
tatabahasa dalam pengajaran bahasa tetap diakui
ü
Tujuan
utama adalah komunikasi yang bertujuan;
ü
Peran
pengajar sebagai pengeloilaan kelas dan pembimbing peserta didik dalam berkomunikasi
diperluas.
2. Metode
metode
adalah cara kerja yang sistem untuk
memudahkan pelaksanakansuataukegiata
kegiatan mencapai tujuan yang ditentukan (KBB 1959)
10
Metode
pembelajaran yang dapat diterapkan dalam pembelajaran bahasa.
Metode
terjemahaan Tatabahasa.
a.
Metode
membaca
b.
Metode
audio Lingual
c.
Metode
Reseftif
d.
Metode
langsungt
e.
Metode
komunikatif
f.
Metode
intergratif
g.
Metode
tematik
h.
Metode
kuantum
i.
Metode
kontruktivistik
j.
Metode partisipatori
k.
Metode
kontekstual
l.
Metode
pembelajaran bahasa
m.
Metode
respon Fisik Total
n.
Metode
cara diam
o.
Metode
sugestopedia
3.
Teknik
Teknik
adalah cara sistematik mengerjakan sesuata(KBBI 1995)
Teknik
merupakan suatu kiat, siasat, atau
penemuan yang digunakan untuk menyelesaikan serta menyempunakan sesuatu
tujuan langsung.
4.
Teknik
penyaji pelajaran
Ada
beberapa kompotensi yang harus dimiliki oleh seorang pengajar, diantaranya
adalah pemahaan dan penguahaan teknik pengajian mengajar.
Macam-macam
penyajian adalah teknik penyajian didskusi, kerja kelompok, penemuan, simulasi, unit teaching, sumbang
saran, inquiry, eksperimen, demonstrasi, karya wisata, keja lapangan, cara
khusus, cara sistem, regu, latihan tubian dan ceramah.
11
Tidak ada komentar:
Posting Komentar