Translate

Rabu, 29 Januari 2014

BIOGRAFI TEROSIA PAYUMKA “MENDAKI TANPA KOMANDO”







Terosia Payumka, Dia lahir di kampung Derendam, 16 September 1994.  Dia adalah anak kedua dari satu saudara,
Dia anak yang tidak kuat secara fisik dan dilingkari dengan air lendir(ingusan)  ketika saat Dia waktu kecil. Dia selalu Ingin bergabung dengan teman-teman sebayanya tetapi semua dari mereka hanya ejek-ejek Dia dan menjauhinya. Ahkirnya Dia  berpisah dengan teman-teman sebanya dan orang tua kekasihnya untuk berani merantaun sendiri tanpa petujuk arah. Ayah  Epan Payumka dan Ibu Pendina Mul.  Ayah dan  Ibu pekerjaannya seorang bertani ladang ubi sinigkong, Talas Pisang dan lain-lain . Kakanya Dia seorang perempuan menjadi ruma tangga.
Pada umur 7 tahun Dia memulai pendidikan di jenjang SD INPRES kirimu  2001, Jauh dari tempat tumpa darahnya  yang berada di desa Kirimu perbatasan kecamatan Okbab  dan Borme setelah  Dia  selesai pada tahun ajaran 2007 dari jenjang SD dan mendapatkan izajah. Dia melanjutkan ke jenjang berikutnya yaitu di SMP, Pada jenjang SMP Dia sekolah di SMP  Negeri 1 OKSIBIL  yang berada di ibukota Kabupaten pegunungan Bintang Oksibil.  Jarak dari tempat SD  menuju ke SMP   +   Satu jam  dengan naik pesawat terbang sedangkan jalan kaki tiga hari tiga malam namun   Dia tidak mengenal jarak dan waktu yang Dia menyusurinya.  Dia berani merantau dari sejak SD selama 6 tahun.  Dia adalah Salah satu anak yang sulit bertemu dan bersama orang tua setiap hari karena Ayah dan Ibu tempat tingggal mereka jauh hanya Bertemu waktu liburan panjang itu pun  berjalan kaki  3 hari-tiga malam  perjalanannya tada lapar, tada hujan, naik gunung-gunug turun lembah-lembah  berjam-jam untuk ketemu orang  dan kembali  ke kota studi pun sama langkahnya jalan kaki tidak ada pilihan lain bagi Dia selama 9  tahun karena tidak ada kendraan transportasi Darat, Laut  yang ada transportasi udara dan itu sangat mahal bagi Dia  karena Dia hadir dari  keluargga yang  standa hidupnya  sederhana tetapi Dia tidak putus asa meskipun  Dia punya fisik lemah hanya Dia tahu Tuhan ada bersama denganku itulah prinsip Tero.
Dia  dI SMP Negeri 1 OKSIBIL inilah   yang menimba ilmu selama 3 tahun lamanya, Seiring waktu berlalu selama 3 tahun Dia menyelesaikan pendidikan pada tahun ajaran 2007 dan Dia mendapatkan izajah SMP. Selama bangku SMP dia pernah menjadi anggota OSIS sekbid keamanan dan pernah juga ikut Paskibra 17 Agustus  di Kabupaten  berturut-turut 2008-20010. Dia tidak hanya sampai di situ tetapi Dia berani mau melanjudkan Sekolah Menengah Atas namun keterbatasan biaya waktu itu,  Beberapa hari kemudian ada informasi baru dari pemda PegununganBintang bawah tingkat SMP  ada seleksi untuk SMA di Jawa Tengah Semarang akhirnya  Dia pun  sambil Berdoa dan ikut seleksi.   yang ikut seleksi lebih dari 125 siswa  SMP namun yang diterima  17  siswa termasuk yang berhuntung adalah Dia . Berjalanya waktu Dia berpisah dengan orang tua yang Dia cintai  dan itu lebih jauh lagi dari waktu SD dan SMP.
Dia berangkat dari Papua ke Jawa Tengah  dan masuk di Asrama Pelajr  Pegunugan Bintang jalan Sinar Waluyo Raya N0.329 RT 03/RW 01 Kec.Kedungmundu kab. Tembalang Provinsi Jawa Tengah.
Tahun  2010 Dia mengikuti program Pemda yang telah diadakan  yaitu Materikulasi,  setelah itu  Dia Melanjutkan kejenjang berikutnya  masuk Sekolah Menengah Atas (SMA) Dia masuk SMA YAYASAN BUDI LUHUR  SMA SANTO MICHEL jln Teluku Umar 16 Semarang Jawa Tengah (2011). Dan Dia masuk dalam Pengurus OSIS sebagai Wakil ketua OSIS SMA SANTO MICHAEL. Salah satu alumni SMA SANTO MICHAEL  wawancara dengan Dia melalui  jaringan sosial  Facebook 15 januari 2014  sekitar pukul 15:06 WIB.  Lalu bertanya, Anda suda belajar di SMA disini jadi hebat!  apa lagi Anda tinggal di Asrama tentu Anda yang unggul! Jadi  bagaimana dengan cita-citamu untuk 10 tahun ke depan? Pertanyaan itu   Dia jawabnya sederhana,
 “ kaka,  saya bukanlah orang hebat, saya adalah  orang biasa  tetapi saya ingin menjadi orang yang luarbiasa, dan saya bukan orang istimewa tetapi ingin membuat seseorang menjadi istimewa dan harapan saya dengan sepenuh hati  bahwa, saya akan menjadi orang yang sukses perjuangan hidupku dan Takut Akan Tuhan" wakktu itu Pesan dari Alumni ,DISINI ORANG TIDAK MEMBUTUHKANMU TETAPI PAPUA MENANTIMU  untuk  MEMBUTUKANMU DI SANA  JADI SEMANGAT dan belajar ADE"   waktu utu dia juga sampai kan motto hidunya.
 Motto  Tero:  “Hidup adalah Perjuangan 
 Dia sekarang siap Menempu Perguruan Tinggi di Yogyakarta Indonesia
2014